Volume II: Law, Policy, and Ecological Justice

Pengembangan Model Fiqh Lingkungan Berbasis Tafsir Maudhu’i dalam Membangun Ekopesantren Berkelanjutan

  • Urwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

fikih lingkungan; tafsir tematik; eco-pesantren; keberlanjutan; pendidikan Islam.


Abstract

Krisis ekologis kontemporer menempatkan pesantren pada posisi yang strategis sekaligus paradoksal. Sebagai institusi yang membentuk kesalehan keagamaan, pesantren memiliki modal teologis yang kuat untuk mendorong tindakan ekologis. Namun, praktik-praktik lingkungan di pesantren sering kali belum didasarkan pada argumentasi hukum Islam yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model fikih lingkungan yang dikonstruksi melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu’i) untuk mendukung pembentukan eco-pesantren yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan kualitatif yang mengintegrasikan penafsiran tematik terhadap ayat-ayat lingkungan (bi’ah) dengan validasi ahli dan kajian lapangan di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen tafsir, wawancara mendalam dengan kiai, guru, dan pengelola lingkungan pesantren, observasi partisipatif, serta forum diskusi terbatas. Data kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian merumuskan enam prinsip normatif, yaitu tauhid ekologis, khilafah, amanah, mizan, larangan fasad, dan maslahah antargenerasi. Keenam prinsip tersebut menjadi landasan yang diterjemahkan ke dalam empat pilar operasional eco-pesantren, yaitu kurikulum fikih lingkungan, tata kelola hijau berbasis maqashid, budaya ekologis santri, dan kemandirian sumber daya. Model ini menegaskan bahwa fikih lingkungan tidak semestinya diperlakukan sekadar sebagai seruan moral, melainkan sebagai kerangka hukum-praksis yang mengikat perilaku kolektif komunitas pesantren. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada upaya menggeser fikih lingkungan dari bentuk yang bersifat deklaratif menuju bentuk yang terlembagakan dan terukur dalam pendidikan Islam.


References

  1. Aisyah, S., Ilmi, M. U., Rosyid, M. A., Wulandari, E., & Akhmad, F. (2022). Kiai leadership concept in the scope of pesantren organizational culture. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 3(1), 40–59.
  2. Alhashmi, M., & Moussa-Inaty, J. (2020). Professional learning for Islamic education teachers in the UAE. British Journal of Religious Education, 43(3), 278–287.
  3. Almaala, S. H., & Shanin, M. A. (2023). Dimensions of sustainable development as an approach to achieve maqasid al-shariah according to Islamic economics: The reading methodology and mechanisms. Journal of Islamic Social Finance, 1(1), 63–83.
  4. Amrullah, A. M. K., Murfi, A., Fauzi, A., & Basri, B. (2025). Integrating Islamic education with environmental programs: Strategies for sustainable character development at SMAN 2 and 7 Malang Indonesia. The Qualitative Report, 30(2).
  5. Blankinship, L., Gillaspie, S., & Aboul-Enein, B. (2024). Highlighting the importance of biodiversity conservation through the Holy Qur’an. Conservation Biology, 38(4), e14309.
  6. Fauza, N. (2021). Penguatan budaya ramah lingkungan santri melalui pelatihan dan pendampingan penerapan fiqh al-bi’ah di Pesantren Miftahul Ula Kertosono Nganjuk. Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 1(2), 217–232.
  7. Harjoni, S. R., Jailani, M. R., & Yulia. (2024). Strengthening the green economy for developing countries through the implementation of maqasid syariah. Islamiyyat, 46(1), 45–55.
  8. Jamaluddin, J. (2018). Fiqh al-bi’ah ramah lingkungan: Konsep thaharah dan nadhafah dalam membangun budaya bersih. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 29(2), 324–345.
  9. Karyawati, L., Sitika, A. J., Sutarjo, Bintang Kejora, M. T., Maulana, R., & Syam, N. N. A. (2026). Penguatan ecological intelligence melalui kajian fiqh lingkungan mewujudkan pesantren ramah lingkungan. Jurnal Abdimas Indonesia, 6(1).
  10. Mufid, M., & Novianti, F. (2025). Pendidikan fikih lingkungan dalam membentuk kesalehan ekologis. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 16(2), 330–345.
  11. Norita, M., Mahendhiran, S., & Pervaiz, K. (2022). Environmental sustainability and contemporary Islamic society: A shariah perspective. Asian Academy of Management Journal, 27(2), 195–216.
  12. Rini, D. K., Adiwibowo, S., Alikodra, H. S., Hariyadi, & Asnawi, Y. H. (2022). Pendidikan Islam pada pesantren pertanian untuk membangun ekosofi (ekologi filosofi) bagi penyelamatan lingkungan. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 559–580.
  13. Rizqi, D. I., Kasmila, A., Zulhannan, Z., Murtadho, A., & Baharudin, B. (2025). Fikih lingkungan: Pemeliharaan lingkungan dalam perspektif Islam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 251–264.
  14. Saiman, M. Z. (2024). Keseimbangan antara kelestarian alam sekitar dengan pembangunan negara moden menurut perspektif maqasid al-shariah. Jurnal Pengajian Islam, 17(1), 69–87.
  15. Suryanto, B. T. (2019). Eko-pesantren: Mewujudkan pesantren peduli dan berbudaya lingkungan berbasis kemandirian. Jurnal Islam Nusantara, 3(1), 263–286.
  16. Suryanullah, A. S., Rifai, A., & Darojah, F. S. (2025). Echoing ecological ideas as an option in teaching Islamic education in Indonesia. Jurnal Living Hadis, 10(1), 43–63.
  17. Tahir, M., Maloko, M. T., & Talli, A. H. (2025). Integration of fiqh al-bi’ah and indigenous environmental practices: A study of the Pa’jukukang tradition in Bantaeng Regency. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 6(1), 116–134.
  18. Valentara, J. S., Arfiani, N. D., & Kharisma, I. (2025). Penerapan konsep eco-pesantren sebagai upaya peningkatan kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren X Pamekasan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 3077–3085.
  19. Yaakub, S., & Nik Abdullah, N. A. H. (2020). Towards maqasid shariah in sustaining the environment through impactful strategies. International Journal of Islamic Business, 5(1), 36–45.
  20. Yunita, Y., & Idami, Z. (2020). Pengelolaan lingkungan hidup menurut perspektif fiqih. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 15(2), 210–222.
  21. Al-Farmawi, ‘A. al-H. (1996). Al-bidayah fi al-tafsir al-mawdhu’i: Dirasah manhajiyyah mawdhu’iyyah. Maktabah Jumhuriyyah.
  22. Al-Qaradawi, Y. (2001). Ri’ayat al-bi’ah fi al-syari’ah al-islamiyyah. Dar al-Shuruq.
  23. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
  24. Shihab, M. Q. (2023). Islam & lingkungan: Perspektif Al-Qur’an menyangkut pemeliharaan lingkungan. Lentera Hati.
  25. Sukarni. (2011). Fiqh lingkungan hidup: Perspektif ulama Kalimantan Selatan. Pustaka Ilmu.
  26. Urwah, (2005) Menggagas fiqh Lingkungan, Studi implementasi reboisasi lingkungan di Kabupaten Garut.
Scroll to Top