Penafsiran Semantik Surat Al-‘Aṣr dalam Tafsir Al-Miṣbāḥ: Analisis Makna Kunci Menurut Toshihiko Izutsu
Keywords
Surat al-‘Aṣr; Toshihiko Izutsu; Tafsir al-Miṣbāḥ; semantik Qur’ani; etika temporal.
Abstract
Penelitian ini menganalisis struktur semantik Surat al-‘Aṣr melalui integrasi teori semantik Toshihiko Izutsu dan penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Miṣbāḥ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan Tafsir al-Miṣbāḥ dan karya-karya utama Izutsu sebagai sumber primer, serta tafsir klasik dan literatur Qur’ani sebagai sumber pendukung. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis dengan tahapan makna dasar, makna relasional, dan rekonstruksi medan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-‘aṣr tidak hanya bermakna waktu secara kronologis, tetapi berfungsi sebagai ruang eksistensial yang menegaskan keterbatasan hidup dan tanggung jawab manusia. Konsep al-khusr merepresentasikan ancaman kerugian eksistensial ketika waktu tidak diaktualisasikan melalui nilai-nilai Qur’ani. Ayat ketiga membentuk struktur keselamatan yang terdiri atas iman, amal ṣāliḥ, tawāṣī bi al-ḥaqq, dan tawāṣī bi al-ṣabr. Keempat konsep tersebut saling berhubungan secara teologis, praksis, sosial, dan temporal. Integrasi semantik Izutsu dan Tafsir al-Miṣbāḥ menunjukkan bahwa Surat al-‘Aṣr membangun etika temporal Qur’ani yang menghubungkan iman, tindakan, tanggung jawab sosial, dan ketahanan moral. Temuan ini menegaskan bahwa Surat al-‘Aṣr dapat dipahami sebagai struktur ringkas worldview Qur’ani mengenai kebermaknaan hidup dan keselamatan manusia. Kontribusi penelitian terletak pada pemaduan analisis semantik dan tafsir kontekstual yang memperlihatkan bahwa keselamatan Qur’ani menuntut kesatuan orientasi spiritual, tindakan etis, solidaritas, serta keteguhan sosial dalam kehidupan manusia.
References
- Al-Rāzī, F. (1999). Al-Tafsīr al-Kabīr (Vol. 32). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Al-Ṭabarī, M. ibn J. (2001). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Vol. 24). Dār al-Fikr.
- Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
- Departemen Agama Republik Indonesia. (2007). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
- Ghazali, A. (2011). Paradigma tafsir semantik Toshihiko Izutsu. Pustaka Pelajar.
- Hanafi, H. (2000). Dirāsāt Qur’āniyyah. Dār al-Tanwīr.
- Izutsu, T. (1964). Ethico-religious concepts in the Qur’an. Keio Institute of Cultural and Linguistic Studies.
- Izutsu, T. (2002). God and man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Islamic Book Trust.
- Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
- Mustaqim, A. (2011). Epistemologi tafsir kontemporer. LKiS.
- Rahman, F. (1980). Major themes of the Qur’an. University of Chicago Press.
- Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu‘i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.
- Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vols. 1–15). Lentera Hati.
- Shihab, M. Q. (2009). Kaidah tafsir: Edisi penyempurnaan. Lentera Hati.
- Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
- Zuhailī, W. (2009). Al-Tafsīr al-Munīr (Vol. 30). Dār al-Fikr al-Mu‘āṣir.