Integrasi Manhaj Muhaddithīn Mutaqaddimīn dalam Tarjih Riwayat Hadis dan Relevansinya terhadap Ekoteologi Islam-Melayu dalam Konteks Ketahanan Budaya Era Multipolar
Keywords
tarjīḥ hadis; muḥaddithīn mutaqaddimīn; ekoteologi Islam-Melayu; kaidah fikih; ketahanan budaya; era multipolar.
Abstract
Penelitian ini mengkaji manhaj al-muḥaddithīn al-mutaqaddimīn fī al-tarjīḥ bayna al-riwāyāt al-mukhtalifah, yaitu metode ulama hadis generasi awal dalam menyeleksi dan menentukan riwayat yang lebih kuat ketika ditemukan perbedaan atau pertentangan antarrwayat. Kajian ini tidak hanya merekonstruksi dimensi epistemologis ilmu hadis klasik, tetapi juga mengontekstualisasikannya dalam diskursus ekoteologi Islam-Melayu sebagai basis penguatan ketahanan budaya di era multipolar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis ilmu hadis klasik yang mencakup kritik sanad, kritik matan, ilmu ‘ilal, serta prinsip tarjīḥ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manhaj muḥaddithīn mutaqaddimīn dibangun melalui proses penilaian yang integratif, kritis, dan berbasis verifikasi terhadap kredibilitas periwayat, kesinambungan sanad, karakter matan, serta indikasi kecacatan tersembunyi dalam riwayat. Dalam konteks Islam-Melayu, prinsip tarjīḥ tersebut memiliki relevansi metodologis bagi pembentukan etika ekologis dan ketahanan budaya melalui integrasi dengan kaidah fikih seperti al-‘ādah muḥakkamah, lā ḍarar wa lā ḍirār, al-mashaqqah tajlib al-taysīr, dan taṣarruf al-imām ‘alā al-ra‘iyyah manūṭ bi al-maṣlaḥah. Integrasi epistemologi hadis dan kaidah fikih menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam klasik memiliki kapasitas adaptif dalam merespons persoalan ekologis, sosial, dan budaya kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa metodologi tarjīḥ tidak hanya relevan bagi autentikasi riwayat, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kerangka normatif-epistemologis untuk memperkuat ekoteologi dan ketahanan budaya Islam-Melayu di tengah dinamika dunia multipolar.
References
- Abidin, Z. (2023). Konstruksi ‘ulūm al-Qur’ān: Tradisi syarah Manzhūmah at-Tafsīr az-Zamzamī oleh pensyarah Indonesia [Disertasi doktoral, Institut PTIQ Jakarta].
- Alim, N., Haqq, Z. I., & Khalik, S. (2025). Kritik matan hadis: Validitas epistemologi klasik dan modern. El-Mizzi: Jurnal Ilmu Hadis, 4(1), 51–73.
- Bagir, M. (2008). Fiqih praktis I. PT Mizan Publika.
- Ilma, R. F. (2018). Tradisi penulisan kitab Hadis Arba‘in: Studi komparatif empat kitab karangan ulama Nusantara [Disertasi doktoral, UNUSIA].
- Ismail, I. (2025). Analisis legalitas kekhalifahan Abdullah bin Zubair berdasarkan Hadis Shahih Muslim No. 1853. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 4(1).
- Mu’alim, M. (2024). Tarjih dalam tafsir ayat-ayat ahkam: Teori dan praktik. Penerbit Adab.
- Muzhaffar, G. T. A. (n.d.). Metode penyelesaian hadis-hadis mukhtalif: Analisis komparasi dalam kitab Ikhtilāf al-Ḥadīṡ al-Syāfi‘ī dan Ta’wīl Mukhtalif al-Ḥadīṡ Ibn Qutaybah [Skripsi sarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].
- Oktaviona, O., Muhsin, M., & Rosyadi, S. (2025). Kasih sayang manusia terhadap hewan peliharaan: Studi hadis tematik. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah, 2(2), 115–128.
- Rochimah, M. F. (2025). Fatwa kepemimpinan perempuan: Dialektika pemikiran ulama Muhammadiyah dan NU. Inoffast Publishing Indonesia.