Volume IV: Society, Culture, and Local Ecological Wisdom

Integrasi Dakwah Bil-Hal dan Ketahanan Pangan: Studi Filantropi “Beas Perelek” di Masjid Baitul Huda Panyileukan, Bandung

  • Siti Marlida UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Dakwah Bil-Hal, Ketahanan Pangan, Filantropi Islam, Beas Perelek, Masjid.


Abstract

Ketahanan pangan pada level rumah tangga masih menjadi tantangan sosial yang nyata di lingkungan perkotaan, termasuk pada komunitas jamaah masjid seperti di Kelurahan Panyileukan, Bandung. Masjid Baitul Huda yang berdiri sejak tahun 2006 mengembangkan program filantropi berbasis kearifan lokal Sunda bernama sedekah Beas Perelek sebagai wujud dakwah bil-hal untuk merespons kebutuhan pangan jamaahnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi dakwah bil-hal dan ketahanan pangan yang dilaksanakan melalui program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pengurus masjid, pengelola sedekah Beas Perelek, dan jamaah majlis taklim, dilengkapi observasi dan dokumentasi kegiatan pengajian ibu-ibu yang berlangsung setiap Kamis sore pukul 16.00 sampai 18.00 WIB dengan jumlah kehadiran sekitar 30 sampai 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan Beas Perelek yang terkumpul tiap pekan berkisar 4 sampai 5 kilogram, kemudian dijual kembali kepada jamaah dengan harga di bawah pasar sehingga berfungsi sebagai jaring pengaman pangan mikro sekaligus aktualisasi living hadith dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penjualan ditabung selama satu tahun untuk mendukung kebutuhan dana sosial kegiatan bulan Ramadhan. Temuan menunjukkan program ini membangun solidaritas dan ukhuwwah antar jamaah, memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan keluarga, membuka akses harga pangan yang lebih terjangkau, serta mendorong kemandirian manajemen keuangan majlis taklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah bil-hal di Masjid Baitul Huda dioptimalkan melalui peran aktif ibu-ibu jamaah dalam mengelola Beas Perelek sebagai wujud kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal. Kontribusi penelitian ini memperkaya kajian dakwah kontekstual dan filantropi Islam berbasis masjid dalam perspektif ketahanan pangan mikro di kawasan perkotaan.


References

  1. Bahri, S. (2020). Ketahanan pangan dalam Al-Qur'an dan aktualisasinya dalam konteks keindonesiaan: Analisis QS. Yusuf (12): 47-49. Tafse: Journal of Qur'anic Studies, 5(2), 269-284.
  2. Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.
  3. Mubarok, M., & Tarmidzi, A. (2022). Revitalizing the Beas Perelek tradition: Actualization of patriotism during the Covid-19 pandemic. Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati, 2(1), 129-145.
  4. Nurcholis, A. (2021). Dakwah dan ketahanan pangan pada masa PPKM darurat 2021. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
  5. Qudsy, S. Z. (2013). Living hadis: Konsep dan aplikasi dalam tradisi Islam Nusantara. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 9(1), 1-15.
  6. Rafi, M. (2019). Living hadis: Studi atas tradisi sedekah nasi bungkus hari Jumat oleh komunitas Sijum Amuntai. Jurnal Living Hadis, 4(1), 133-150.
  7. Rafiq, A. (2006). Living hadis: Sebuah kajian awal terhadap fenomena sosial. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 7(2), 1-16.
  8. Razzaq, A. (2014). Pengembangan model pembangunan ummat melalui lembaga filantropi Islam sebagai bentuk dakwah bil hal. Intizar, 20(1), 163-180.
  9. https://doi.org/10.19109/intizar.v20i1.428
  10. Rusnandar, N. (2016). Beas perelek: Pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Patanjala, 8(3), 301-316.
  11. Salasa, F. (2021). Paradigma dan dimensi strategi ketahanan pangan Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 13(1), 35-48.
  12. TCID, & IDEAS. (2025, April 20). Peran lembaga filantropi membangun ketahanan pangan dari desa. The Conversation Indonesia. https://theconversation.com/peran-lembaga-filantropi-membangun-ketahanan-pangan-dari-desa-249607
  13. Zakiyyah. (2023). Implementasi dakwah bil hal berbasis masjid. Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 5(2), 337-350.
Scroll to Top