Tinjauan Kritis terhadap Lafaz “Yuharrikuhā” dalam Salat: Perspektif Syāż dan ʿIllah
Keywords
Hadis Syāż, ʿIllah, Menggerakkan Jari, Tasyahhud, Kritik Hadis.
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji status hadis terkait anjuran menggerakkan jari saat tasyahud dalam salat, dengan pendekatan kritik hadis dari sisi syużūż (penyelisihan) dan ʿillah (cacat tersembunyi). Hadis ini menjadi topik perbedaan pendapat di kalangan fuqahā’ dan muḥadditsīn, khususnya dalam aspek praktik dan penetapan hukum. Salah satu riwayat yang banyak diperdebatkan adalah hadis yang menyebutkan bahwa Nabi Ṣallallāhu `Alaihī wa Sallam menggerakkan jarinya ketika tasyahud kemudian berdoa, sebagaimana diriwayatkan oleh Zā’idah dari ʿĀṣim ibn Kulayb dari Kulyb dari Wāʾil. Meskipun hadis ini tampak sahih dari sisi sanad, sejumlah ulama menilainya syāż dan mengandung ʿillah, karena menyelisihi riwayat mayoritas yang tidak menyebut adanya gerakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks kritis terhadap sanad dan matan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hadis riwayat Zā’idah tergolong syāż karena menyelisihi riwayat delapan perawi ṡiqah, di antaranya Syuʿbah dan aṡ-Ṡaurī, yang tidak menyebut adanya gerakan. Selain itu, para ulama klasik seperti Ibn Khuzaimah, ad-Dāraqutnī, dan al-Bayhaqī juga menilai hadis ini menyelisihi riwayat yang lebih kuat. Kajian ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan hukum dari hadis yang secara lahir tampak sahih namun mengandung unsur syużūż atau ʿillah.
References
- Abī Dāwūd aṭ-Ṭayālisī, S. (1999). Musnad Abī Dāwūd aṭ-Ṭayālisī (1st ed.). Dār Hijra.
- Abu Bakar, A. (1938). al-Kifāyah fī ’ilmi ar-Riwāyah (A.-S. Abu Abdullah (ed.); 1st ed.). Maktabah al-’Ilmiyyah.
- Abū Bakar, A. (1982). Muṣanaf AbdirRazāq (1st ed.). Maktabah al-Islāmī.
- Abu Daud, S. (2007). Sunan Abu Daud (2nd ed.). Maktabah al-Ma’ārif lin-Nasyri wa at-Tauzī’.
- Ad-Dāraquthnī, A. (2004). Sunan ad-Dāraquthnī (A. Barhum (ed.); 1st ed.). Muassasah ar-Risālah.
- Aḥmad an-Nasāī. (2008). Sunan an-Nasāī (2nd ed.). Maktabah al-Ma’ārif lin-Nasyri wa at-Tauzī’.
- Aisifa, M. (2024). ISYARAT JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD (Analisis Dalil dalam Kitab-kitab Hadis dan Kitab-kitab Fiqh). UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
- Al-Baihaqi, A. (2003). Sunan Baihaqi al-Kubra (M. Abdul Qadir (ed.); 3rd ed.). Dar Al-Kutub Al-Alamiyah.
- Asy-Syaukānī, M. (2013). Nailul Auṭār (2nd ed.). Dār Ibn Jauzi.
- Azhary, M. R. F., Hakim, L., Firdaus, A., bin Asis, J., & Hasbillah, A. U. (2025). Meninjau Validitas Hadis Perpecahan Umat Islam: Pendekatan Kritik ‘Ilal Matan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 4865–4883.
- Balillah, A., Tawakal, K. B., Nurdin, A., Syamsiah, S., & Armansyah, Y. (2025). Implementasi Fiqih Ibadah dalam Pelaksanaan Puasa Ramadhan di Era Modern. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi, 2(7), 1507–1517.
- Fanani, Z., & Zainuddin, M. (2024). Dinamika Implementasi Fiqih Lintas Mazhab: Analisis Filosofis terhadap Praktik Ibadah di Pondok Ngruki. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 11(1), 1326–1337.
- Hanbal, A. (2001). Musnad Ahmad (1st ed.). Muassasah ar-Risālah.
- Ibn al-Ḥajjāj, M. (2012). Ṣaḥīḥ muslim (1st ed.). Muassasah Zād.
- Ibn al-Ṣalāḥ, ‘Uṡmān. (1986). Muqaddimah Ibn al-Ṣalāḥ (N. ad-D. ‘Itr (ed.); 1st ed.). Dār al-Fikar.
- Ibn Khuzaimah, M. (2003). Ṣaḥīḥ Ibnu Khuzaimah (3rd ed.). al-Maktab al-Islami.
- Ibn Rajab al-Ḥanbalī, ‘Abdurraḥmān. (1987). Syarḥ ʿIlal al-Tirmiẓī (Hammam (ed.); 1st ed.). Maktabah al-Manar.
- Ibnu Abī Syaibah, A. B. (1988). Muṣanaf Ibnu Abī Syaibah (1st ed.). Maktabah ar-Rusyd.
- Ibnu Ḥibbān, M. (1993). Ṣaḥīḥ Ibnu Ḥibbān (2nd ed.). Muassasah ar-Risālah.
- Ibnu Mājah, M. (2009). Sunan Ibnu Mājah (S. Al-Arna`ūṭ (ed.); 1st ed.). Dār ar-Risālah al-’Ālamiyyah.
- Junianto, V., Haq, A. Y., Shodiq, M., Toifur, M., & Hasbillah, A. U. (2024). Penyempitan Makna Ilal dalam Kritik Hadis: Kajian Kritis Pemikiran Hatim Al-Auni. Lisyabab: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 5(2), 137–155.
- Khoirurrizal, R. (2025). HADIS TENTANG MENJAMAK SALAT TANPA UZUR: Studi ‘Ilal dan Mukhtalif al-Hadis. Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah, 12(2), 342–368.
- Limbong, M., Ramadhani, R., Supardi, P. R., Siregar, N. N., Almuzaki, M. D., Nainggolan, A. P., & Zali, M. (2025). Penerapan Fiqih dalam Kehidupan Sehari-Hari. AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, 2(1), 143–151.
- MAULIDA, R. A. (2024). STUDI KOMPARATIF TERHADAP ARGUMEN IMAM AN-NAWAWI DAN IMAM AL-MARDAWI TENTANG HUKUM MENGGERAKKAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
- Muksi, M., Razaq, S., Holil, M., Hidayat, F., & Hasbillah, U. (2025). TREN KAJIAN ILAL HADIS KONTEMPORER: STUDI MAKNA HADIS HABBATUS SAUDA’DAN MATAHARI BERSUJUD. Jurnal Transformasi Pendidikan Berkelanjutan, 6(1).
- Rahmi, R., & Taufiqurrahman, T. (2019). Kritik Hadits Dalam Kawasan Kajian Sejarah. Jurnal Ulunnuha, 8(1), 89–104.
- Wangsa, F. A., & Asdar, N. I. (2023). Tasyahud Perspektif Hadis Nabi (Suatu Kajian Hadis). Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 25(2), 249–260.
- Yūsuf al-Mizzī. (1980). Tahżīb al-Kamāl fī Asmā` ar-Rijāl (1st ed.). Muassasah ar-Risālah.
- العبدلي, م. ب. ف. (n.d.). القول المسند في بيان حكم تحريك الإصبع في التشهد. https://ketabonline.com/ar/books/106982