Analisis Agama Berbasis Jaringan dan Penceritaan Digital dalam Podcast “Login” (Episode 27) di Kanal YouTube Deddy Corbuzier
Keywords
Dakwahtainment, Digital Storytelling, Networked Religion, Pluralisme Digital.
Abstract
Perkembangan teknologi media baru telah mentransformasi lanskap komunikasi keagamaan kontemporer di Indonesia menjadi ruang interaksi digital yang interaktif, cair, dan hibrida. Fenomena dakwahtainment membuka ruang kontestasi makna baru, sebagaimana terepresentasi dalam program podcast LOGIN Episode 27 di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Di tengah dominasi audiens muslim siber pada momentum krusial Ramadan dan menjelang Idulfitri, episode ini secara eksperimental menghadirkan figur double minority (Buddha dan Konghucu). Penelitian ini bertujuan menguraikan secara ilmiah klasifikasi pesan lintas iman yang diproduksi secara lisan, mencakup konvergensi praktik spiritual, negosiasi adab institusional, dekonstruksi simbol sakral, hingga katarsis trauma sejarah sosiologis kelompok minoritas. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis tekstual deskriptif-eksplanatif. Data primer bersumber dari transkrip lisan (verbatim text) penuturan para aktor utama (Habib Ja'far, Tretan Muslim, Mamat Alkatiri, Bhante Dhira, dan Js. Kristan), sedangkan data sekunder diambil dari korpus teks digital pada kolom komentar YouTube melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan instrumen pengkodean hibrida yang mengintegrasikan Teori Networked Religion dari Heidi Campbell dan komponen Digital Storytelling dari Joe Lambert, yang disintesiskan menjadi model Networked-Storytelling Lintas Iman. Hasil penelitian menemukan lima bentuk persilangan konseptual: (1) Praktik Spiritual Konvergen, yang mendemistifikasi laku asketis (Cingco dan meditasi) menjadi narasi personal yang membumi; (2) Otoritas dan Ketegangan Etis, yang memperlihatkan desakralisasi parsial adab tradisional akibat logika media baru yang egaliter; (3) Hibridisasi Simbol Populer, yang memanfaatkan metafora budaya pop (Krilin, Hitachi, Citato, Banser Serbaguna) sebagai bentuk dekompresi teologis; (4) Inklusivitas Lintas Batas, yang menggeser debat apologetik menjadi kolaboratif-humanistik; dan (5) Katarsis Konflik dan Trauma, yang menganalisis represi politik masa lalu Orde Baru sebagai ruang katarsis edukatif publik di ruang siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital mampu melunakkan ketegangan dogmatis melalui pendekatan narasi siber yang adaptif, humanis, dan inklusif demi merekatkan fondasi kebinekaan di Indonesia.
References
- Campbell, H. A. (2012). Understanding The Relationship Between Religious Practice Online and Offline in a Networked Society. Journal of the American Academy of Religion, 80(1), 64–93. https://doi.org/10.1093/jaarel/lfr074
- Campbell, H. A. (Ed.). (2012). Digital Religion: Understanding Religious Practice In New Media Worlds. Routledge. https://www.routledge.com/Digital-Religion-Understanding-Religious-Practice-in-New-Media-Worlds/Campbell/p/book/9780415617024
- Cheong, P. H. (2012). Digital Religion: Social Media and The Reconfiguration of Religious Authority. ACM Inroads, 3(3), 56–63. https://doi.org/10.1145/2334776.2334795
- Corbuzier, D. (2026, April). KONGHUCU DAN BUDDHA BERSATU❗GAWAT NIH‼️ Habib Ja'far - Mamat - Bhante Dhira - Tretan - Login EPS 27 [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=ZgQzz_Sd314
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th Ed.). SAGE Publications. https://www.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-inquiry-and-research-design/book246896
- Denzin, N. K. (2017). The Research Act: A Theoretical Introduction To Sociological Methods. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315134543
- Fadhal, S., & Rochim, S. (2020). Polarisasi Netizen Di Media Sosial: Analisis Wacana Kritis Seputar Isu Keagamaan Kontemporer. Jurnal Komunikasi, 14(2), 145–158. https://journal.trunojoyo.ac.id/komunikasi/article/view/8354
- Hasan, N. (2013). Islam Kontemporer, Komodifikasi Media, dan Dakwahtainment di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 7(1), 12–31. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/jsa/article/view/1123
- Lambert, J. (2013). Digital Storytelling: Capturing Lives, Creating Community (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203102329
- McKee, A. (2003). Textual Analysis: A Beginner's Guide. SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9780857025012
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. https://www.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book246141
- Pabbajah, M., Kraugusteeliana, K., Mulyadi, M., & Hidayat, F. (2021). Narasi Toleransi Normatif Dalam Moderasi Beragama Di Media Sosial Indonesia. Jurnal Studi Agama-Agama, 17(2), 210–225. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/jsa/article/view/2105
- Sugiarto, E. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Komunikasi Siber. Pustaka Pelajar. https://pustakapelajar.co.id/buku/metodologi-penelitian-kualitatif