Dakwah Lingkungan sebagai Mekanisme Pembentukan Habitus Ekologis: Perspektif Pierre Bourdieu
Keywords
Dakwah Lingkungan, Habitus Ekologis, Transformasi Sosial, Internalisasi Nilai Ekologis, Teori Habitus.
Abstract
Krisis lingkungan global yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan penurunan kualitas lingkungan menunjukkan bahwa persoalan ekologis tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan nilai, budaya, dan perilaku manusia. Dalam konteks masyarakat religius, dakwah memiliki potensi strategis sebagai sarana internalisasi nilai-nilai ekologis yang dapat membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dakwah lingkungan sebagai strategi transformasi sosial dalam literatur dakwah, mengkaji proses internalisasi nilai-nilai ekologis dalam perspektif dakwah dan teori habitus Pierre Bourdieu, serta menjelaskan peran dakwah lingkungan dalam pembentukan dan reproduksi habitus ekologis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian tentang dakwah lingkungan, etika lingkungan Islam, transformasi sosial, dan teori habitus. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis konsep-konsep utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai proses sosial yang menginternalisasikan nilai ekologis melalui pendidikan, keteladanan, pembiasaan, dan praktik sosial yang berulang. Sintesis literatur menunjukkan bahwa proses tersebut membentuk disposisi ekologis yang dalam perspektif Pierre Bourdieu dapat dipahami sebagai habitus ekologis, yaitu pola pikir, sikap, dan tindakan yang ramah lingkungan. Lebih lanjut, habitus ekologis tersebut direproduksi melalui institusi sosial, budaya, dan praktik keagamaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, dakwah lingkungan dapat dipahami sebagai mekanisme penting dalam pembentukan budaya ekologis serta kontribusi agama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan global.
References
- Abdurrahman Hilabi. (2023). Dakwah lingkungan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah perubahan iklim. Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 1–8.
- Ahmad, H. (n.d.). Al-tafsir al-'ilmi li al-ayat al-kauniyah fi al-Qur'an. Dar al-Ma'arifat.
- Ali, M., & Hasan, S. (2019). Da'wah bi al-hal in empowering campus-assisted community through waste bank management. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 13(2).
- Ali, M. (2009). Ilmu dakwah (Edisi revisi). Kencana.
- Amirudin. (2014). Pengantar ekonomi Islam. Alauddin University Press.
- Andi Awaludin. (2025). Membangun kesadaran lingkungan melalui gerakan dakwah: Pendekatan teori dan praktik. Progresif: Jurnal Dakwah, Sosial, dan Komunikasi, 2(1), 31–40. https://doi.org/10.63199/progresif.v2i1.32
- Andi Awaludin. (2026). Membangun kesadaran lingkungan melalui gerakan dakwah: Pendekatan teori dan praktik. Progresif: Jurnal Dakwah, Sosial, dan Komunikasi, 3(1).
- Arifin, A. (2011). Dakwah kontemporer: Sebuah studi komunikasi. Graha Ilmu.
- Arponen, V. P. J. (2014). The cultural causes of environmental problems. Kiel University.
- Ath-Thabari, A. J. M. bin J. (n.d.). Tafsir Ath-Thabari.
- Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik lingkungan hidup 2020. Badan Pusat Statistik.
- Barr, S. (2004). Are we all environmentalists now? Rhetoric and reality in environmental action. Geoforum, 35(2), 231–249.
- Basit, A. (2013). Filsafat dakwah. Rajawali Pers.
- Badaruddin, K. (2009). Filsafat pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.
- Bourdieu, P. (2003). Outline of a theory of practice (R. Nice, Trans.). Cambridge University Press. (Original work published 1977)
- Cholil, A. (2012). Al-Qur'an dan lingkungan hidup. PT RajaGrafindo Persada.
- Departemen Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al-Qur'an dan terjemahannya.
- Dianto, I. (2018). Peranan dakwah dalam proses pengembangan masyarakat Islam. Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, 12(1), 98–118.
- Enjang, & Aliyudin. (2009). Dasar-dasar ilmu dakwah. Widya Padjadjaran.
- Fadilah, N. (2022). Peran lembaga dakwah dalam mengembangkan potensi mahasiswa di jurusan Manajemen Dakwah. Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 3(2), 390–406.
- Faturhurokhmah, F. (2024). Metode penelitian komunikasi kualitatif. PT Bumi Aksara.
- Ghozali, M., & Rizal, D. A. (2021). Tafsir kontekstual atas moderasi dalam Al-Qur'an: Sebuah konsep relasi kemanusiaan. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17(1), 31–44.
- Hasanuddin. (2005). Manajemen dakwah. UIN Jakarta Press.
- Hasbullah, M. (n.d.). Teori habitus Bourdieu dan kehadiran kelas menengah Muslim Indonesia.
- IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press.
- Iskandar, I., Ali, B., & Mahmuddin, M. (2017). Manajemen dakwah Ma'Had Al-Sunnah Kabupaten Sidrap. Jurnal Diskursus Islam, 5(1), 43–66.
- Jin, M., Gootjes, D. C., Zhao, H., & Gu, Y. (2025). Family cultural capital and academic achievement: The mediating roles of habitus and field. Frontiers in Psychology, 16. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1745371
- Junianto, A., Syamsuddin, R. S., & Setiawan, A. I. (2025). Pemberdayaan lingkungan melalui eco-pesantren. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(1), 21–42.
- Kleden, I. (2005). Habitus: Iman dalam perspektif cultural production. Dalam R. P. Andrianus Sunarko (Ed.), Bangkit dan bergeraklah: Dokumentasi hasil sidang agung Gereja Katolik Indonesia II (hlm. 361–375).
- Mawardi, H. A. (2018). Konsep dakwah lingkungan dalam Islam. Jurnal Ilmiah Iqra', 2(1), 1–10.
- Martono, N. (2012). Kekerasan simbolik di sekolah: Sebuah ide sosiologi pendidikan Pierre Bourdieu. Rajawali Pers.
- Mubarak, Z. (2015). Paradigma dakwah di era modern. Kencana.
- Muhyiddin, A. (2010). Dakwah lingkungan: Perspektif Al-Qur'an. Jurnal Ilmu Dakwah, 4(15).
- Murphy, C. C. (2015). Bourdieu, habitus and social research: The art of application. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137496928
- Nasr, S. H. (2010). The garden of truth (Terj.). Mizan.
- Pranadji, T. (2005). Keserakahan, kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Analisis Kebijakan Pertanian, 3(4), 313–325.
- Rahman, A. (2018). Mengkaji dan memahami konsep dakwah lingkungan. Jurnal Dakwah, 19(2), 159–172.
- Rizal, D. A., & Bahri, M. S. (2021). Peranan agama dalam pengembangan masyarakat. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 2(2), 77–85.
- Saridera, I. (2018). Pemberdayaan masyarakat Muslim berbasis lingkungan. Anida: Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, 18(1), 41–60.
- Shihab, M. Q. (2006). Wawasan Al-Qur'an: Tafsir maudhu'i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.
- Toly, N. J. (2009). Changing the climate of religious internationalism: Evangelical responses to global warming and human suffering. Dalam J. Haynes (Ed.), Routledge handbook of religion and politics (hlm. 403–419). Routledge.
- Yunus, M. (1973). Kamus Arab Indonesia. Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur'an.
- Yusuf al-Qaradawi. (2003). Fiqh dakwah.