Antara Syariah Dan Kapitalisme: Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Kawasan Industri Halal Cikande
Keywords
Kawasan Industri Halal Cikande, kapitalisme syariah, komodifikasi religiositas, analisis wacana kritis, maqaṣid al-syari’ah.
Abstract
Kawasan Industri Halal Cikande (KIHC) di Banten dipromosikan sebagai Modern Halal Valley, pusat industri halal terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia, yang dirancang untuk menjadi poros halal global. Namun, di balik narasi megah itu, dari data tahun 2023, menunjukkan tingkat hunian hanya 19% dengan tiga UMKM beroperasi dari lahan 500 hektar yang direncanakan. Kesenjangan tajam antara klaim dan realitas ini bukan sekadar masalah teknis atau ekonomi, melainkan persoalan diskursif: bagaimana negara mengkonstruksi, mengelola, dan mengkomodifikasi makna halal untuk kepentingan politik dan akumulasi modal? Penelitian ini mengungkap bahwa pemberitaan KIHC yang diproduksi secara sistematis oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui portal resmi, media sosial, dan siaran pers periode 2019 – 2024 bukanlah refleksi objektif atas realitas. Ia adalah medan pertarungan wacana di mana tiga kekuatan utama berkelindan: pertama, hibriditas sistem kapitalisme dan Islam yang berusaha menyelaraskan logika akumulasi modal dengan nilai-nilai etis syariah; kedua, politik halal sebagai strategi negara menggunakan otoritas keagamaan untuk legitimasi dan investasi; ketiga, komodifikasi religiositas yang mengubah simbol-simbol sakral (halal, syariah) menjadi merek dagang dengan nilai tukar. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang membedah teks, praktik wacana, dan praktik sosial secara simultan penelitian ini menemukan bahwa narasi KIHC dibangun melalui strategi resignifikasi: kata-kata seperti syariah, halal, dan berkah dipadukan dengan metafora ekonomi seperti pusat global, kiblat industri, dan tatanan ekonomi baru. Di level praktik sosial, terungkap formasi triad agama negara kapital yang memproduksi legitimasi ganda: legitimasi moral dari simbol agama dan legitimasi ekonomi dari janji investasi. Namun, ironisnya, ketika diukur dengan kerangka normatif maqaṣid al-syari’ah yang menekankan keadilan (al-adl), kemaslahatan (al-mashlahah), keseimbangan (al-tawazun), dan keteraturan (al-nizam), narasi tersebut justru menunjukkan reduksi makna halal yang holistik menjadi sekadar standar teknis prosedural. Suara-suara tentang keadilan buruh, dampak ekologis, dan akses UMKM nyaris absen dalam pemberitaan. Kesimpulannya, KIHC bukanlah wujud transformasi otentik ekonomi syariah, melainkan bentuk kapitalisme berkedok Syariah yang dilegitimasi melalui mesin wacana negara. Penelitian ini menawarkan konsep embedded criticality sebagai pendekatan alternatif untuk mengkritik praktik komodifikasi agama dari dalam tradisi Islam, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah yang benar-benar berpihak pada kemaslahatan bersama---bukan sekadar pertumbuhan angka investasi.
References
- Ahmad, I., Sahid, A. A., & Safei, A. A. (2026a). The politics of religious commodification: Representation of power in the Cikande halal industrial zone. Journal of Islamic Studies, 6(1), 1-20. https://doi.org/10.15575/jis.v6i1.52367
- Ahmad, I., Turmudi, H., Muhtadi, A. S., & Mukarom, Z. (2026b). Commodifying faith: Symbolic economies in media constructions of the Cikande halal industrial zone. Journal of Islamic Studies, 6(2), 21-40. https://doi.org/10.15575/jis.v6i2.52368
- Ahmed, H. (2026). Islamic economic systems and sustainable development: Islamic capitalism versus Insanism (Islamic humanism). Intellectual Discourse, 34(1), 45-70. https://doi.org/10.31436/id.v34i1.2499
- Al-Malk, A., & Temimi, A. (2025). Economic models and Islamic faith: A critical assessment of reductionist approaches. Tajseer Journal for Interdisciplinary Studies in Humanities and Social Science, 7(1), 88-112. https://journals.qu.edu.qa/index.php/tajseer/article/view/5240
- Antara News. (2024, September 5). Pemprov Banten optimis investasi meningkat dari KIH Modern di Cikande. Antara News Banten. https://www.antaranews.com/berita/4306311/pemprov-banten-optimis-investasi-meningkat-dari-kih-modern-di-cikande
- Anuar, A., & Xin Ying, C. (2024). The ignorance of hypervigilance: Agnotology and halal along the Belt and Road. Review of International Political Economy, 31(2), 511-534. https://doi.org/10.1080/09692290.2023.2231965
- Arapko, V. (2019). Debt in Islamic finance [Review of the book Beyond debt, by D. Rudnyckyj]. City, 23(6), 798-802. https://doi.org/10.1080/13604813.2020.1717220
- Asnawi, N. (2021). Mendukung masterplan ekonomi syariah Indonesia melalui internalisasi pemasaran syariah pada industri halal strategis [Unpublished professorial inaugural lecture]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. http://repository.uin-malang.ac.id/7874/
- Auda, J. (2007). Maqāṣid al-Sharīʿah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
- Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
- Badan Pusat Statistik. (2025). Hasil sensus penduduk 2025: Agama yang dianut. BPS.
- Bergeaud-Blackler, F. (2020). Halal matters: Islam, politics and markets in global perspective. Routledge.
- Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241-258). Greenwood Press.
- Chapra, M. U. (2008). The Islamic vision of development in the light of maqasid al-shariah. Islamic Research and Training Institute.
- DinarStandard. (2021). State of the global Islamic economy report 2020/21. Salaam Gateway. https://salaamgateway.com/reports/the-state-of-the-global-islamic-economy-202021
- Fairclough, N. (1989). Language and power. Longman.
- Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
- Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison. Pantheon Books.
- Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks . International Publishers.
- Hackett, C., Stonawski, M., Tong, Y., Kramer, S., & Shi, A. (2025). How the global religious landscape changed from 2010 to 2020. Pew Research Center.
- Kitiarsa, P. (Ed.). (2008). *Religious commodification in Asia: Marketing gods. Routledge.
- Kompas. (2024, September 4). Luncurkan Kawasan Industri Halal Modern Cikande, Pj Gubernur Banten Al Muktabar optimistis investasi meningkat. Kompas. https://kilasdaerah.kompas.com/banten/read/2024/09/04/112211078/luncurkan-kawasan-industri-halal-modern-cikande-pj-gubernur-banten-al
- Lee, J. C. H. (Ed.). (2021). New religiosities, modern capitalism, and moral complexities in Southeast Asia. Palgrave Macmillan.
- Murdan. (2011). Islam dan tantangan globalisasi. Al Jami: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan, dan Dakwah, 7(1), 139-158. http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/6717
- Ni'mah, N. F., Oktaviana, R. D., Susilowati, N., & Hidayati, A. N. (2025). Industri Halal Indonesia: Peluang, tantangan, dan langkah strategis. JEMBA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 2(4). https://doi.org/10.61722/jemba.v2i4.1082
- Pratiknyo, A. D. (2025). State Islam and oppositional Islam: The rearticulation of Islamic politics from Jokowi to Prabowo in Indonesia. SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 8(1), 1-25. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/sangkep/article/view/15307
- Riyanti, E. D. (2021). The philosophical basis of critical discourse analysis. PhilPapers.
- Rodinson, M. (1974). Islam and capitalism (B. Pearce, Trans.). University of Texas Press. (Original work published 1966)
- Rudnyckyj, D. (2019). Beyond debt: Islamic experiments in global finance. University of Chicago Press.
- Saefullah, A., Burhanudin, D., Syibromalisi, A., Bahri, S., & Hardivizon, H. (2025). Religious moderation and halal governance in Indonesia: A wasatiyyah-maslahah framework. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 200-225. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14554
- Salaam Gateway. (2023, September 14). Indonesia's halal industrial estates: How have they fared thus far? Salaam Gateway---Global Islamic Economy Gateway. https://salaamgateway.com/story/indonesias-halal-industrial-estates-how-have-they-fared-thus-far
- Sari, D. P. (2019, April 15). Lahan 500 ha disiapkan untuk lokasi kawasan industri halal Cikande. detikFinance. https://finance.detik.com/industri/d-4521798/lahan-500-ha-disiapkan-untuk-lokasi-kawasan-industri-halal-cikande
- Shirazi, F. (2016). Brand Islam: The marketing and commodification of piety. University of Texas Press.
- tvOneNews. (2021, Mei 11). Menperin: Cikande jadi klaster industri halal RI terbesar. tvOneNews. https://www.tvonenews.com/ekonomi/200-menperin-cikande.