Strategi Dakwah Berbasis Ekoteologi: Integrasi Spiritualitas dan Aksi Ekologis dalam Dakwah Islam Kontemporer
Keywords
Ekoteologi, Dakwah Ekologis, Strategi Dakwah, Kesadaran Lingkungan, Islam Indonesia.
Abstract
Krisis lingkungan global yang semakin akut menuntut pendekatan holistik yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan moral. Artikel ini membahas strategi dakwah berbasis ekoteologi sebagai paradigma baru dakwah Islam yang mengintegrasikan kesadaran teologis dengan tindakan pelestarian lingkungan. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi tiga pilar utama strategi dakwah ekoteologis, yaitu landasan teologis yang bersumber dari konsep tauhid, khilafah, dan amanah; strategi komunikasi dakwah yang mencakup dakwah secara lisan, verbal, dan melalui tindakan; serta implementasi programatik melalui gerakan seperti Pesantren Ramah Lingkungan (eco-pesantren), Madrasah Hijau (Green Madrasah), Masjid Hijau (Green Mosque), dan penguatan fatwa-fatwa ekologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi telah menjadi arah baru bagi dakwah Islam di Indonesia yang mulai diarusutamakan oleh Kementerian Agama dan organisasi masyarakat sipil, disertai transformasi dari dakwah seremonial-verbal menuju dakwah yang secara simultan menumbuhkan kesalehan spiritual, sosial, dan ekologis. Artikel ini menyimpulkan bahwa dakwah ekoteologis menawarkan model dakwah yang kontekstual, responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus merevitalisasi ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
References
- Abdillah, M. (2001). Agama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur'an. Paramadina.
- Abdullah, R., & Syarif, H. (2024). Konsep Dakwah dan Dialog Progresif Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui Pendekatan Multikultural. Jurnal Bimas Islam, 17(1), 33–58.
- Al-Qaradhawi, Y. (2001). Ri'ayah al-Bi'ah fi al-Syari'ah al-Islamiyyah. Dar al-Shuruq.
- Amri, U. (2014). From Theology to a Praxis of 'Eco-Jihad': The Role of Religious Civil Society in Combating Climate Change in Indonesia. In S. Tomalin (Ed.), Religions and Development (pp. 219–234). Routledge.
- Candrawati, H., & Wijayanti, R. (2025). Konstruksi Wacana Ekoteologi Islam dalam Pemikiran Nasaruddin Umar: Suatu Analisis Wacana Kritis. Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah.
- Dari Langgar ke Lahan Untuk Bumi: Transformasi Dakwah Ekoteologi Pesantren." (2025). Kementerian Agama RI.
- Foltz, R. C., Denny, F. M., & Baharuddin, A. (2003). Islam and Ecology: A Bestowed Trust. Harvard University Press.
- Gerakan Sosial dan Dakwah Ekoteologi." (2025). PWM DIY.
- Hasan, A., Nurdin, A., & Zain, M. (2023). Environmental Activism in Indonesian Pesantren: The Role of Lora in Mainstreaming Islamic Eco-Theology in Tapal Kuda, East Java. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 13(1), 45–70.
- Holifurrahman, & Sulistyowati. (2025). Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 dan Perilaku Ekologis Umat Islam. Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.
- Kementerian Agama RI. (2025). Buku Ekoteologi Islam: Konsepsi dan Implementasi. Kemenag RI.
- LD PBNU-Kemenag Susun Panduan Nasional Penerapan Ekoteologi di Masjid." (2025). NU Online.
- Lewat Daurah Internasional, Kemenag Tegaskan Misi Dakwah Ekoteologi dan Kurikulum Cinta." (2025). Kementerian Agama RI.
- Nasaruddin Umar Perkuat Gerakan Ekoteologi di Pesantren." (2026). RRI.co.id.
- Pratama, S., & Masuwd, M. A. (2025). Integration of Theology, Education, and Activism: Exploring Eco-Theological Discourse and Muhammadiyah's Environmental Engagement. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam.
- Rekonstruksi Teologi Lingkungan: Tafsir Khalifah, Amanah, dan Fikih Ekologi dalam Merespons Krisis Iklim." (2026). Muhammadiyah Kota Cirebon.
- Wahyuni, Y. S. (2017). The Islam and the Green Paradigm (A Proposed Solution from Islamic Eco-Theology for the East Kalimantan Environmental Problems). Journal UINSI.