Kontribusi Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin dalam Pilar Pembangunan Sosial SDGs
Keywords
pembangunan sosial, pesantren, Sustainable Development Goals, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin.
Abstract
Penelitian tentang kontribusi Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam bidang agama, sosial, politik, dan ekonomi telah banyak dilakukan dan diterbitkan. Hanya saja belum ada yang secara spesifik menghubungkan kontribusinya dengan SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan agenda aksi global yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa. Abah Anom merupakan tokoh dengan tiga kriteria, yaitu: integritas, karya- karya monumental dan kontribusinya terhadap masyarakat. Pemikirannya bukan hanya menghasilkan output berupa publikasi karya- karyanya, namun juga melahirkan outcome atau berdampak di tengah masyarakat. Buku Ibadah, pedoman beribadah harian 24 jam yang merupakan respon atas krisis mental yang dialami generasi muda dimulai 1977, dan setelah terbukti dirasakan manfaatnya bagi kemanusiaan, maka pada 1985 dijadikan sebagai kurikulum Pondok Remaja Inabah. Sekarang ini ada 17 Pondok Remaja Inabah yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Garut dan Tegal. serta terdapat 3 Pondok Remaja Inabah di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana kontribusi Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin dalam SDGs Pilar Pembangunan Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin berkontribusi dalam SDGs pilar pembangunan sosial meliputi tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, dan kesetaraan gender. Tanpa kemiskinan dilakukan dengan membangun irigasi sepanjang 2kilometer dan kincir air untuk listrik desa, membangun Bendungan Nur Muhammad (1960) yang mengairi 100 hektar sawah dan menghasilkan energi listrik dari kincir air dan menanam bambu, pohon keras, dan cengkeh, lalu menggantinya dengan 2000 pohon jati sebagai resapan air. Tanpa kelaparan dilakukan dengan membimbing warga dan santri untuk meningkatkan produksi hasil bumi, kebiasaan Abah Anom menjamu tamu tanpa memandang siapa pun yang datang, serta dalam setiap kegiatan manakiban yang dilaksanakan Pesantren Suryalaya hingga kini selalu dihidangkan makanan berupa nasi dan lauk- pauknya untuk ribuan ikhwan atau jama’ah yang hadir. Kehidupan sehat dan Sejahtera dilakukan dengan mendirikan Inabah, program rehabilitasi spiritual bagi korban narkoba dan gangguan mental, memberikan penyuluhan dan penataran serta pengobatan gratis. Pendidikan berkualitas, diupayakan dengan mengelola pesantren dan lembaga pendidikan formal dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Serta kesetaraan Gender diwujudkan dengan mendirikan Pondok Remaja Inabah Khusus Putri dan Ibu Bella.
References
- Annajih, M. Z. H., & Sa’idah, I. (2019). Identifikasi teknik pengubahan tingkah laku perspektif Abah Anom untuk penyembuhan korban NAPZA. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 154–164. https://doi.org/10.25273/counsellia.v9i2.5202
- Anwar, Z. A. (n.d.). IAILM dan STIELM Pondok Pesantren Suryalaya. IAILM dan STIELM.
- Arafat, G. Y. (2019). Membongkar isi pesan dan media dengan content analysis. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 32–48. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2370
- Arifin, A. S. T. (2005). Kumpulan kuliah subuh. PT Mudawwamah Warohmah.
- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (n.d.). Sustainable Development Goals Indonesia. https://sdgs.bappenas.go.id/
- Dulkiah, M. (2020). Sistem sosial di Indonesia. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
- Fikria, M., & Moefad, A. M. (2024). Analisis teori tindakan sosial Max Weber dan teori fakta sosial Emile Durkheim dalam pengenalan tradisi lokal kemasyarakatan. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial, 11(1), 109–119. https://doi.org/10.36835/annuha.v11i1.546
- Gani, A. H. (2025). Bimbingan, konseling, psikoterapi sufi model Abah Anom, KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin mursyid TQN Pontren Suryalaya [Tesis magister, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah].
- Handayani, H., Fuadah, N., Amalia, S., & Nurhalisa, T. N. (2024). Sejarah dan perkembangan penelitian tindakan sosial di Eropa. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 2(1).
- Hanapiah, O. (2017). Hagiografi Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul 'Arifin mursyid Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya [Tesis magister, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah].
- Haryanto, S. (2015). Sosiologi agama: Dari klasik hingga postmodern. Ar-Ruzz Media.
- Jones, P. (2003). Pengantar teori-teori sosial: Dari teori fungsionalisme hingga postmodernisme. Pustaka Obor.
- Kinloch, G. C. (2005). Perkembangan dan paradigma utama teori sosiologi (D. Kahmad, Ed.). Pustaka Setia.
- Kinseng, R. A. (2017). Struktugensi: Sebuah teori tindakan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(2), 127–137. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i2.17972
- Kodir, M. (2022). Jejak Abah Anom di Asia Tenggara. Putra Surya Santosa.
- Latif, A. (n.d.). Abah Anom: Best practice ekosufisme dan sufi transformatif. LDTQN.
- Misbach, I. (2016). Strategi dakwah perspektif informal populer (telaah dakwah KH. A. Shohibul Wafa Tajul Arifin). Jurnal Dakwah Tabligh, 17(2), 63–72. https://doi.org/10.24252/jdt.v17i2.6027
- Muzaki, A., Saifullah, & Hamdan, A. (2023). Analisis teori tindakan sosial Max Weber terhadap mentoring poligami yang viral di media sosial (studi kasus di Pesantren Tahfidz Qur’an Ma’had Yashma Serang Banten). Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 15(1), 16–36. https://doi.org/10.30739/darussalam.v15i1.2267
- Perhimpunan Filantropi Indonesia. (2023). Modul 1 SDGs 2023.
- Poloma, M. M. (2010). Sosiologi kontemporer. PT RajaGrafindo Persada.
- Putri, N. K., dkk. (2019). Peran Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul 'Arifin dalam mengembangkan pendidikan di Tanjungkerta, Pagerageung, Tasikmalaya. Chronologia, 1(2).
- Romdona, S., Junista, S. S., & Gunawan, A. (2025). Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara dan kuesioner. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 39–47. https://doi.org/10.61787/taceee75
- Sadono, S. (2021). Nasionalisme dan tasamuh: Suatu tinjauan ulama tanah Sunda Abah Anom. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 8(3), 769–776. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i3.20750
- Saepuloh. (2021, 31 Agustus). Tun Sakaran, wakil talqin Abah Anom yang patriotis. TQN News.
- Salahudin, A. (2013). Abah Anom: Wali fenomenal abad 21 dan ajarannya. Noura Books.
- Sinthoris. (2004). Edisi 9.
- Sinthoris. (2005). Edisi 12.
- Sinthoris. (2005, 12 Januari). Edisi 12 Januari 2005.
- Sinthoris. (2005, Juli). Edisi 16.
- Sinthoris. (2005, Agustus–September). Edisi khusus milad.
- Sinthoris. (2005, September–Oktober). Edisi September–Oktober 2005.
- Sinthoris. (2005, November–Desember). Edisi 19.
- Sinthoris. (2006, September). Edisi 27.
- Sinthoris. (2007, Januari–Februari). Edisi 31.
- Sumarno. (2020). Analisis isi dalam penelitian pembelajaran bahasa dan sastra. Edukasi Lingua Sastra, 18(2), 36–55. https://doi.org/10.47637/elsa.v18i2.299
- Ujung Publik. (2026, 18 April). Abah Anom Suryalaya, ulama Tasikmalaya yang bertahan saat DI/TII dan dikenal penuh karomah.
- Wahyuni. (2017). Teori sosiologi klasik. Carabaca.
- Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization (A. M. Henderson & T. Parsons, Trans.; T. Parsons, Ed.). Oxford University Press.
- Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. (2009). Anggaran rumah tangga Ibu Bella Pusat [Dokumen organisasi].