Volume V: Economy, Politics, and Environmental Governance

Model Wakaf Produktif Berbasis Ekoteologi Islam Melayu sebagai Fondasi Ketahanan Sosial Ekologis di Era Multipolar

  • Ardiansyah Ashri Husein UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Yadi Janwari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Dedah Jubaedah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Wakaf Produktif, Ekoteologi Islam Melayu, Ketahanan Sosial-Ekologis, Maqashid al-syari’ah, Era Multipolar.


Abstract

Perubahan tatanan global menuju era multipolar menghadirkan berbagai tantangan baru berupa krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, kerentanan sosial, serta meningkatnya kompetisi geopolitik yang berdampak pada kehidupan masyarakat lokal. Dalam konteks tersebut, diperlukan model pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis model wakaf produktif berbasis ekoteologi Islam Melayu sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial-ekologis di era multipolar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, filosofis, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekoteologi Islam Melayu mengandung nilai keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan yang selaras dengan prinsip maqashid al-syari‘ah. Integrasi nilai tersebut ke dalam pengelolaan wakaf produktif mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pengembangan sektor pertanian, kehutanan sosial, konservasi lingkungan, dan ekonomi hijau berbasis komunitas. Oleh karena itu, wakaf produktif berbasis ekoteologi Islam Melayu dapat menjadi fondasi strategis dalam membangun ketahanan sosial-ekologis masyarakat di tengah dinamika global kontemporer.


References

  1. Alfadhli, dkk, Ekoteologi Islam: Menjelajahi Hubungan Spiritual antara Manusia, Alam, dan Tuhan dalam Tradisi Islam, Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Volume 6 Number 1April 2025: 301
  2. April Afrianto, Rekonstruksi Model Wakaf Produktif Sebagai Instrumen Islamic Social Investment dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Jurnal Investasi Islam, Vol. 11 No. 1, 2026: 160-181
  3. Asep Ahmad Ridwansah, Pengelolaan Wakaf Produktif Berbasis Nilai Islam Upaya Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan Dan Berkeadilan, Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Volume 3 Nomor 2, Juli-Desember 2025: 113 - 130
  4. Barry Buzan dan George Lawson, The Global Transformation: History, Modernity and the Making of International Relations, Cambridge: Cambridge University Press, 2015
  5. Dede Nurul Hidayat, Konsep Hutan Wakafdalam Perspektif Ekonomi Islam, Gunung Djati Conference Series, Volume 56 (2025): 1484
  6. Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama RI, Paradigma Baru Wakaf di Indonesia, Jakarta: Kementerian Agama RI, 2013
  7. Emil Salim, Pembangunan Berkelanjutan: Pendekatan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan, Jakarta: Gramedia, 2010.
  8. Fadlan Khairi, et.al, Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam, Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume 3, Nomor 2, Mei 2025: 151-165
  9. Farhana Mohamad Suhaimi et al., “Green Waqf: A Sustainable Instrument for Environmental Protection,” Journal of Islamic Finance 10, no. 2 (2020): 45
  10. Fazlun Khalid, Signs on the Earth: Islam, Modernity and the Climate Crisis, Leicestershire: Kube Publishing, 2019
  11. Fikret Berkes and Carl Folke, Linking Social and Ecological Systems, (Cambridge: Cambridge University Press, 19983
  12. Firman Firman, dkk, Tinjauan Nilai Ekologi Profetik dalam Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy, Jurnal Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu, Vol. 8 No. 2 (2025): 150
  13. Habib Ahmed, Role of Zakat and Awqaf in Poverty Alleviation, Jeddah: IRTI-IDB, 2004.
  14. Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach, London: IIIT, 2008.
  15. Johnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Malang: Bayumedia Publishing, 2019.
  16. Jules Pretty, Agri-Culture: Reconnecting People, Land and Nature, London: Earthscan, 2002.
  17. M. A. Mannan, Financing Development Through Islamic Finance, Jeddah: Islamic Research and Training Institute, 1996
  18. M. Obaidullah, Islamic Social Finance Report, Jeddah: Islamic Research and Training Institute, 2020
  19. Mas’ud, A., Hamidah, T., & Sudirman, S. Pengelolaan Wakaf Produktif dalam Membentuk Mutu Pendidikan Madrasah Diniyah: Productive Waqf Management in Forming the Quality of Madrasah Diniyah Education. Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam, 5(2), (2024): 371–388. https://doi.org/10.54150/thawalib.v5i2.469
  20. Mawil Y. Izzi Dien, Environmental Dimensions of Islam, Cambridge: Lutterworth Press, 2000
  21. Monzer Kahf, The Role of Waqf in Improving the Ummah Welfare, Jeddah: Islamic Research and Training Institute, 1998
  22. Nurdianasari Nurdin, Konsepsi Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Produk Lokal Aceh, Ameena Journal, Volume 2|Nomor 4, 2024:458
  23. Oyo Sunaryo Mukhlas, Pranata Sosial Hukum Islam, Bandung: Refika Aditama, 2017
  24. Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Edisi Revisi, Jakarta: Kencana, 2021
  25. Rizqi Anfanni Fahmi, Integrasi Ekoteologi Islam dan Wakaf: Menyelaraskan Nilai-Nilai Keagamaan dengan Aksi Ekologis, At-Tasharruf; Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah, Vol. 7 No. 2 Oktober 2025: 117-135
  26. Robert D. Putnam, Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy Princeton: Princeton University Press, 1993
  27. Seyyed Hossein Nasr, Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man Chicago: ABC International Group, 1997
  28. Syaripudin, E. I. and Nurhuda, R. ‘Perspektif Hukum Islam Tentang Implementasi Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat’, Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 3(2), (2025): 47–53. doi:10.37968/jhesy.v3i2.832
  29. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam and Secularism, Kuala Lumpur: ISTAC, 1993
  30. Tenas Effendy, Tunjuk Ajar Melayu, Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu Riau, 2004.
  31. United Nations Environment Programme, Global Environment Outlook 6 Cambridge: Cambridge University Press, 2019.
  32. Wahbah al-Zuhayli, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Jilid VIII, Damaskus: Dar al-Fikr, 2005
Scroll to Top