Volume V: Economy, Politics, and Environmental Governance

Buy Now Pay Later sebagai Israf Modern: Kritik Maqashid terhadap Konsumsi yang Direkayasa dalam Keuangan Digital

  • Ghinan Taufiq UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Buy Now Pay Later; israf modern; rekayasa konsumsi; ekoteologi Melayu-Islam; teknologi keuangan syariah.


Abstract

Perkembangan pesat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di kawasan Melayu-Islam, khususnya Indonesia, telah mengubah secara fundamental pola konsumsi Generasi Z Muslim dengan menjadikan konsumsi yang direkayasa (engineered consumption) sebagai bagian dari kehidupan digital sehari-hari. Melampaui narasi kemudahan yang ditawarkan, artikel ini berargumentasi bahwa ekosistem BNPL secara sistematis menciptakan dan melanggengkan praktik israf (pemborosan atau konsumsi berlebihan) sebagai karakteristik struktural dari model bisnisnya, bukan sekadar dampak sampingan dari perilaku pengguna yang kurang disiplin. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan normatif-konseptual dan deskriptif, serta merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an, fatwa DSN-MUI, regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan literatur akademik periode 2022–2026. Artikel ini membangun kerangka analisis integratif yang terdiri atas tiga lapisan. Lapisan pertama menempatkan israf sebagai kategori hukum utama yang beroperasi pada tiga tingkatan, yaitu konsumsi yang melampaui kebutuhan nyata, konsumsi yang dibiayai melalui utang berbunga (riba nasi'ah), serta pengikisan sistematis terhadap prinsip moderasi keuangan (wasatiyyah). Lapisan kedua menggunakan maqashid syariah sebagai instrumen kritik struktural dengan menunjukkan bahwa layanan BNPL berbasis bunga secara bersamaan mengancam perlindungan harta (hifz al-mal), akal (hifz al-'aql), jiwa (hifz al-nafs), keturunan (hifz al-nasl), dan agama (hifz al-din). Lapisan ketiga bertumpu pada ekoteologi Melayu-Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai zuhud, amanah, qana'ah, dan tanggung jawab sosial sebagai landasan ketahanan budaya dalam menghadapi praktik israf digital pada era multipolar. Artikel ini menyimpulkan bahwa respons yang memadai terhadap persoalan tersebut memerlukan langkah yang dilakukan secara simultan pada tiga tingkatan, yaitu revitalisasi nilai-nilai, pengembangan model keuangan digital berbasis ta'awun (tolong-menolong), serta reformasi regulasi berbasis maqashid syariah yang tidak hanya berorientasi pada prinsip "bebas riba", tetapi juga mengarah pada standar yang "secara aktif mendorong terwujudnya kemaslahatan (maslahah)".


References

  1. Adi, N. K., Afnandito, M., & Subekti, F. W. (2026). Transformasi digital keuangan syariah: Analisis kritis kepatuhan syariah dan perlindungan konsumen pada layanan paylater di Indonesia. Balance: Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 5(1), 605–615.
  2. Agnes, R. A. D. K., Soleha, M., Dika, M. S., & Rizal, Z. (2025). Fenomena paylater: Cermin gaya hidup konsumtif generasi Z di Indonesia Islam. Journal of Education, Cultural and Politics, 5(4), 859–870. https://doi.org/10.24036/jecco.v5i4.904
  3. Ali, N. A. F. A., Markom, R., & Arif, M. I. A. M. (2025). Buy now pay later (BNPL) in Malaysia: A Shariah and consumer protection analysis. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(7), 5557–5566.
  4. Al Qodar, A. M. N. L., & Yazid, M. (2025). The concept of israf and tabdzir: A guide to wise consumption in Islam. Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 8(2), 270–279. https://doi.org/10.31949/maro.v8i2.13421
  5. American Psychological Association. (2026, April). Buy now, pay later: A growing financial stressor. APA Monitor on Psychology. https://www.apa.org/monitor
  6. Aminulhaq, A., Zubaidah, S., & Syaikhoni. (2026). From the halal-haram dichotomy to a typology of contextual law: An analysis of fiqh muamalah and maqashid al-shari’ah regarding paylater services in Indonesia. Nalar Fiqh: Jurnal Hukum Islam, 17(1), 107–135. https://doi.org/10.30631/nf.v17i1.2465
  7. Arab News. (2026, February 23). Saudi Arabia, UAE, Malaysia lead Islamic fintech as market volumes projected to reach $341 billion by 2029. https://www.arabnews.com/node/2634241/amp
  8. Azizov, E., Azizov, A., Azizli, A., & Babayev, A. A. (2025). A maqasid al-shariah framework for fintech and digital asset regulation in Muslim jurisdictions. Journal of Islamic Law and Legal Studies, 2(2), 96–113.
  9. Brahman, M. K., Pramesthi, A. N., Aryon, F. P., & Sanina, N. (2026). Problematika hukum paylater dalam perspektif fikih muamalah: Antara akad qardh dan riba. Journal of Economic and Business Advancement, 1(4), 117–126.
  10. de Beaumont Foundation. (2025, December 16). Use of buy now, pay later loans tied to poor mental health, study shows. https://debeaumont.org
  11. Donou-Adonsou, F., & Leslie-Piper, N. (2026). Digital traps: The compounding impact of BNPL and social media on consumer financial stress. Finance Research Letters, 93, 109636.
  12. Firdaus, B., Fauzan, F., Yenti, E., Yufriadi, F., Rahmiati, R., & Afifi, A. A. (2024). Buy now pay later transactions (BNPL) in Indonesia: Implications for maqāṣid sharia in the digital era. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 10(2), 130–146.
  13. Hanifah, A. N., Sahri, I. K., & Ni’am, K. (n.d.). Eco-sufism consumption: Integrating sociology, circular economy, and zuhud sufism in Gen Z's thrifting ethics. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 10(2), 125–138.
  14. Harun, M. S., & Ab Aziz, M. R. (2025). Buy now, pay later (BNPL) and the trap of over-indebtedness: Behavioral insights from Malaysia. Journal of Wealth Management & Financial Planning, 12.
  15. Hayati, A. N., Fitrianoor, W., Saliro, S. S., Fadillah, N., & Rifâ, S. (2025). Reconstructing paylater schemes in Islamic fintech: A normative analysis of deferred payment contracts under sharia economic law. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 25(1), 175–193.
  16. Hidayati, N. I., Damayanti, B., & Wigati, I. (2026). Ketahanan nilai Melayu dalam transformasi digital pendidikan Islam: Studi kepustakaan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 239–254.
  17. Ismail, N., Zainuddin, A., & Fikry, A. (2025). A conceptual paper on shariah-compliant buy now pay later (BNPL): Reviewing literature and identifying research gaps. International Journal of Law, Government and Communication, 10(40), 203–214.
  18. Kamaruddin, A. M. (2025). Integrating maqāṣid al-sharīʿah into Islamic fintech: An ethical framework for sustainable digital finance in the era of Industry 4.0. Journal of Innovative and Creativity (JOECY), 5(3), 32277–32285.
  19. Kaparang, B., & Kaparang, G. F. (2026). The impact of e-commerce online loans on mental health among young adults: Retail therapy or financial stress? Jurnal Economic Resource, 9(1).
  20. Khisan, Z., & Aqlani, M. I. Z. (2025). Transformasi perilaku konsumtif di era e-commerce: Antara kenyamanan digital dan tantangan konsumsi berlebihan menurut ekonomi Islam. JES (Jurnal Ekonomi Syariah), 10(1), 117–132. https://doi.org/10.30736/jes.v10i1.1123
  21. Laili, S. N., & Karimah, D. A. (2024). Kajian penggunaan aplikasi paylater dalam pandangan maqashid syariah. Islamic Economics and Business Review, 3(3).
  22. Liliana, R. S., & Azizah, D. (2026). Analisis unsur riba al-nasi’ah dan ‘illat dalam transaksi paylater pada financial technology perspektif ushul fikih melalui al-qiyas. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, 19(2), 111–120.
  23. Mardiah, D., Wafiroh, N., Maya, N., Yurmita, A. A., & Nasution, A. R. (2025). Shopee PayLater in digital financial transactions: Evaluation of fiqh based on maqāṣid al-syarī‘ah. Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 2(2), 146–172.
  24. Mardini, Y., & Muyasarah, I. (2026). Rekonstruksi ekosistem ekonomi syariah digital 2026: Transformasi paradigma dari financial technology (fintech) menuju integrasi halal-as-a-service (HAAS). Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-Da), 7(1).
  25. Munandar, H. (2026). Muslim consumer protection in buy now pay later (BNPL) transactions: A sharia economic law perspective. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 10(1).
  26. Musthofa, S. K. M. (2026). Analisis perilaku konsumsi berlebihan (israf) pada pengguna e-wallet dan paylater dalam perspektif maqashid syariah. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(2), 7813–7821. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10044
  27. Nabilah, R., & Ishaque, M. (2025). Reconstructing Islamic law on the buy now pay later (BNPL) scheme in the context of the sustainable development goals (SDGs). Profetika: Jurnal Studi Islam, 26(2), 371–382.
  28. Otoritas Jasa Keuangan. (2025, December 24). Press release: OJK issues buy now pay later practices regulation (POJK No. 32 Tahun 2025). https://ojk.go.id/en/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-Issues-Buy-Now-Pay-Later-Practices-Regulation.aspx
  29. Rahmawati, R., Kara, M., Sumarlin, S., Majid, J., & Manyunu, M. (2026). Usage behavior of Shopee PayLater from the perspective of maqasid shariah in Sinjai Regency. Ar-Ribh: Jurnal Ekonomi Islam, 9(1).
  30. Rahmi, A., Hasan, M., Raharjo, H., & Hilman, A. (2025). Application of muamalah principles in digital economic transactions: A literature review on paylater, e-wallets, and marketplaces. Pareto: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 8(2), 27–40.
  31. Rai, A. R., & Singh, S. (2026). Impact of BNPL on impulsive buying behaviour of Gen-Z. International Journal of Research Publication and Reviews, 7(3), 5324–5335.
  32. Rachmat, S. A., Majid, M. N., Kelibia, M. U., Kartika, A., & Syafri, M. (2023). Analisis rasionalitas terhadap perilaku tabzir dalam perspektif ekonomi Islam. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 908–912.
  33. Rasyidi, M. A. (2025, February 17). Regulasi BNPL dan krisis finansial Gen Z: Analisis dampak doom spending. Kumparan. https://kumparan.com/maulana-alif-rasyidi/regulasi-bnpl-dan-krisis-finansial-gen-z-analisis-dampak-doom-spending-2025-24Uchwx57OF
  34. Shah, H., Prus, E., Castrucci, B., Galea, S., & Ettman, C. K. (2025). Poor mental health and the use of buy now, pay later loans: A cross-sectional study. JAMA Health Forum. https://doi.org/10.1001/jamahealthforum.2025.5620
  35. Sulistiyah, S., & Hidayah, A. R. (2026). Reaktualisasi maqasid al-shariah dalam etika ekonomi Islam di era digitalisasi global. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis, 6(2), 591–601.
  36. Syawaludin, M., Areza, C. Z. A., & Astina, R. (2025). Menjaga identitas di era globalisasi: Respons dan strategi pelestarian budaya Melayu Islam. Intizar, 31(2).
  37. Thalib, P., Siregar, F. S., Wimboko, W., & Wibisono, A. M. A. (2025). The formulation of Islamic buy now pay later (BNPL) to achieve sharia economic democratization. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 25(2), 257–754.
  38. Transatlantic Law. (2026, February 15). Indonesia: OJK introduces dedicated regulatory framework for buy now pay later (BNPL). https://www.transatlanticlaw.com/content/indonesia-ojk-introduces-dedicated-regulatory-framework-for-buy-now-pay-later-bnpl/
  39. Zamzani, A., Novianty, R., & Patimbangi, A. (2025). Pengaruh perilaku tabzir terhadap loyalitas konsumen melalui pola konsumsi masyarakat Muslim generasi Z di Kecamatan Tanete Riattang. Jurnal Al-Istishna, 2(1), 69–87.
Scroll to Top