Konseling Religius Berbasis Ritual dalam Praktik Jama’ah Tabligh Sebagai Sarana Transformasi Spiritual Anggota
Keywords
Konseling religius, ritual, transformasi spiritual, Jama’ah Tabligh, fenomenologi.
Abstract
Perkembangan kehidupan modern ditandai oleh meningkatnya kompleksitas persoalan psikologis dan spiritual yang memunculkan kebutuhan terhadap pendekatan konseling yang mampu mengintegrasikan dimensi religius. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konseling religius berbasis ritual dalam praktik Jama’ah Tabligh sebagai sarana transformasi spiritual para anggotanya. Dengan pendekatan fenomenologis dan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif anggota dalam menjalani aktivitas dakwah seperti khuruj fi sabilillah, muzakarah, bayan, doa, dzikir, dan shalat berjamaah. Aktivitas tersebut dipahami sebagai sarana konseling nonformal yang membentuk kesadaran spiritual dan perubahan identitas keagamaan. Dalam konteks teori ritual, Catherine Bell menyoroti bagaimana ritual mengonstruksi otoritas dan makna dalam tindakan keagamaan; Victor Turner memahami ritual sebagai proses liminal dan transformasional; sementara Clifford Geertz menekankan simbol dan struktur makna dalam ritual sebagai fondasi kehidupan sosial. Transformasi spiritual yang dialami anggota Jama’ah Tabligh dapat dijelaskan melalui teori perkembangan iman James Fowler, serta kerangka King dan Boyatzis tentang pertumbuhan spiritual sebagai hasil keterlibatan aktif dalam praktik keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual kolektif Jama’ah Tabligh berfungsi sebagai ruang konseling religius informal yang efektif dalam membentuk iman, amal, dan akhlak. Model konseling religius ini menghasilkan perubahan spiritual yang mendalam, meningkatkan ketenangan psikologis, serta memperkuat identitas keagamaan anggota. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik ritual Jama’ah Tabligh merepresentasikan model konseling psikospiritual berbasis komunitas yang relevan untuk dikembangkan dalam konteks masyarakat modern.
References
- Abdulraof, A. G., & Guro, N. G. (2025). Integrating Islamic spirituality into mental health counseling: A culturally responsive strategies for Muslim clients. Cognizance Journal of Multidisciplinary Studies.
- Bell, C. (2009). Ritual theory, ritual practice (2nd ed.). Oxford University Press.
- Captari, L. E., Hook, J. N., Hoyt, W., Davis, D. E., McElroy-Heltzel, S., & Worthington, E. L. (2022). Integrating clients' religion and spirituality within psychotherapy: A comprehensive meta-analysis. Journal of Clinical Psychology, 78(7), 1237–1261.
- Draganović, S., Hasanović, M., Oruč, B., & Pervan, A. (2024). Islamic psychological therapy interventions applied by mental health practitioners: A qualitative study. Spiritual Psychology and Counseling.
- Fowler, J. W. (1981). Stages of faith: The psychology of human development and the quest for meaning. Harper & Row.
- Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
- Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Introduction to counseling and guidance (7th ed.). Pearson Education.
- Göktaş, V., Hasan, M. M., Chowdury, S. R. H., & Ismailoglu, M. (2022). Spirituality in the context of Tablighi Jamaat and its implication on Muslim society: The Sufi perspective. International Journal of Social, Political and Economic Research.
- Haryanto, S. (2025). Health problems among students at the University of Science Al-Qur’an, Central Java: A case study. Journal of Hunan University Natural Sciences.
- Hasanah, U., Holilah, I., Milah, A. S., & Halimatusa’diah, H. (2025). The transformation of Tablighi Jamaat's da'wah: Digital adaptation and political engagement in Indonesia. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies.
- Hasanah, M., Ernawati, & Asri, A. M. (2026). Exploring the meaning of spirituality in Islamic guidance and counseling for enhancing students’ subjective well-being: A phenomenological study. Istisyarah: Jurnal Bimbingan Konseling Islam.
- Kesavamani, B. S. (2023). Lived experiences of couples in interfaith marriages: Understanding the complexities and implications for counselling. Liceo Journal of Higher Education Research.
- Khotimah, Ghofur, A., Alpizar, & Hasbi, R. (2024). Transnational organization: Religious moderation among Jamaah Tabligh (JT) in Pekanbaru City. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies.
- King, P. E., & Boyatzis, C. J. (2015). Religious and spiritual development. In M. E. Lamb (Ed.), Handbook of child psychology and developmental science (7th ed., pp. 975–1021). Wiley.
- Koenig, H. G. (2023). Religion, spirituality, and mental health: Current evidence and future directions. International Review of Psychiatry, 35(2), 123–138.
- Mubarok, A. (2014). Psikologi agama: Teori dan aplikasi. RajaGrafindo Persada.
- Musnamar, T. (2017). Dasar-dasar konseptual bimbingan dan konseling Islam. UII Press.
- Pargament, K. I., & Captari, L. E. (2023). Spiritually integrated psychotherapy: Theory and practice in contemporary counseling. Psychotherapy, 60(1), 15–29
- Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.
- Whitehouse, H., & Lanman, J. A. (2022). The ties that bind us: Ritual, fusion, and social cohesion. Current Opinion in Psychology, 44, 249–254.
- Wilber, K. (2000). Integral psychology: Consciousness, spirit, psychology, therapy. Shambhala Publications.
- Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2016). Landasan bimbingan dan konseling. Remaja Rosdakarya.