Volume II: Law, Policy, and Ecological Justice

Pendidikan Kewirausahaan Islami sebagai Strategi Pendidikan Agama Islam dalam Menanggulangi Pengangguran dan Ketimpangan Sosial: Studi Kasus Multi-Situs pada Madrasah Aliyah di Jawa Barat, Indonesia

  • Rudi Sulaeman UIN Sunan Gunung Djati Bandung & STAI Baitul Arqom Al-Islami, Bandung, Indonesia

Keywords

Pendidikan Agama Islam, kewirausahaan Islami, ketimpangan social, Madrasah Aliyah.


Abstract

Indonesia berada pada titik demografis yang krusial: bonus demografi 2020–2045 berisiko berubah menjadi beban demografi karena pengangguran terbuka masih didominasi lulusan pendidikan menengah dan rasio Gini menunjukkan ketimpangan pendapatan yang persisten. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal sosial-budaya yang belum dimobilisasi secara optimal melalui pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini lebih menekankan dimensi spiritual dan ritual, sementara nilai-nilai kewirausahaan Islami—amanah, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan keadilan ekonomi—belum terintegrasi secara sistematis dalam kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi integratif pendidikan kewirausahaan dalam perspektif Islam yang dapat diimplementasikan melalui pembelajaran PAI di tingkat madrasah aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi-situs pada tiga madrasah aliyah di Jawa Barat yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria geografis dan tingkat implementasi kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, analisis dokumen kurikulum (silabus, RPP, bahan ajar), serta focus group discussion untuk validasi temuan. Analisis data menggunakan metode tematik-interpretatif Braun dan Clarke yang diperkaya analisis lintas kasus untuk menemukan pola umum dan variasi kontekstual. Penelitian diharapkan menghasilkan: (1) konseptualisasi pendidikan kewirausahaan Islami yang berbasis teks-teks kunci Al-Qur'an dan Hadis; (2) pemetaan praktik implementasi, tantangan, dan peluang nilai-nilai kewirausahaan dalam PAI saat ini; serta (3) model strategi integratif yang sistematis, terukur, dan adaptif terhadap konteks lokal. Temuan penelitian berkontribusi secara teoretis pada diskursus pendidikan Islam dan ekonomi Islam, menawarkan rekomendasi kebijakan reformasi kurikulum PAI, serta menyediakan panduan praktis bagi guru dan pengelola madrasah dalam mentransformasi PAI dari mata pelajaran normatif menjadi wahana pemberdayaan sosial-ekonomi umat yang berkeadilan.


References

  1. Adinugraha, H. H., Shulhoni, M., & Achmad, D. (2022). Islamic social finance in Indonesia: Opportunities, challenges, and its role in empowering society. Review of Islamic Social Finance and Entrepreneurship, 2(1), 1–14.
  2. Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
  3. Antonio, M. S. (2008). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani Press.
  4. Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis with special reference to education (3rd ed.). The University of Chicago Press.
  5. Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
  6. Chapra, M. U. (2008). The Islamic vision of development in the light of maqāṣid al-sharī'ah. Islamic Research and Training Institute.
  7. Dees, J. G. (1998). The meaning of “social entrepreneurship”. Kauffman Foundation and Stanford University.
  8. Fayolle, A., & Gailly, B. (2008). From craft to science: Teaching models and learning processes in entrepreneurship education. Journal of European Industrial Training, 32(7), 569–593.
  9. Firdaus, dkk. (2020). [Studi terhadap 150 pelaku UMKM binaan Baznas tentang literasi keuangan syariah dan pendampingan spiritual — lengkapi detail bibliografi dari sumber asli sebelum submission].
  10. Gümüsay, A. A. (2015). Entrepreneurship from an Islamic perspective. Journal of Business Ethics, 130(1), 199–208.
  11. Jahja, A. S., Yudo, D. A., & Fauzan, F. (2023). Pendidikan kewirausahaan di Indonesia: Perspektif nilai-nilai Islam. Perbanas Journal of Islamic Economics and Business, 3(1), 21–36.
  12. Kayed, R. N., & Hassan, M. K. (2011). Entrepreneurship: An Islamic perspective. International Journal of Entrepreneurship and Small Business, 14(3), 295–315.
  13. Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
  14. Kuratko, D. F. (2005). The emergence of entrepreneurship education: Development, trends, and challenges. Entrepreneurship Theory and Practice, 29(5), 577–598.
  15. Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
  16. Muhaimin. (2008). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan PAI di sekolah. Remaja Rosdakarya.
  17. Pratama. (2020). [Studi tentang pengangguran struktural dan skill mismatch lulusan madrasah — lengkapi detail bibliografi dari sumber asli sebelum submission].
  18. Rozikan, M. (2020). Pendidikan spiritual entrepreneurship sebagai alternatif penanggulangan kemiskinan. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 9(2), 105–116.
  19. Sari, dkk. (2020). [Studi tentang pengangguran dalam perspektif ekonomi Islam — lengkapi detail bibliografi dari sumber asli sebelum submission].
  20. Tiffani, D. P., Setiawan, S., & Rahman, H. (2020). Nilai-nilai kewirausahaan dalam perspektif pendidikan Islam. IQ (Ilmu Al-Qur'an): Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 63–72.
  21. Utami, S. E., & Budiono, I. N. (2024). Peran jiwa entrepreneurship untuk mengurangi pengangguran perspektif ekonomi syariah. Al Rikaz: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(2), 34–44.
  22. Widodo, S., & Nugroho, T. R. D. A. (2020). Pendidikan kewirausahaan bagi santri: Sebuah model untuk mengatasi pengangguran di pedesaan. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 36(2), 265–274.
  23. Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Scroll to Top