Volume V: Economy, Politics, and Environmental Governance

Relasi Agama dan Negara sebagai Basis Ketahanan Budaya: Membaca Pemikiran John Madeley dalam Konteks Islam-Melayu

  • Yuana Ryan Tresna UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Agama dan Negara, John Madeley, Dunia Melayu, Ketahanan Budaya, Ekoteologi Islam-Melayu, Multipolaritas, Analisis Wacana Kritis.


Abstract

Relasi antara agama dan negara merupakan isu fundamental yang membentuk identitas budaya dan peradaban masyarakat, khususnya di dunia Melayu yang memiliki sejarah panjang interaksi dinamis antara agama, kekuasaan politik, dan tradisi lokal. Artikel ini menelaah secara kritis bab “Religion and the State” karya John Madeley dalam Routledge Handbook of Religion and Politics untuk mengidentifikasi kerangka teoritis yang relevan dalam memahami agama sebagai sumber ketahanan budaya di tengah tatanan global yang semakin multipolar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana kritis, penelitian ini memfokuskan pada argumen-argumen utama Madeley mengenai kompleksitas hubungan agama dan negara, meliputi kritik terhadap teori sekularisasi klasik, tipologi hubungan agama-negara, serta pengaruh faktor sejarah dan globalisasi. Analisis ini menghubungkan pemikiran Madeley dengan konteks Islam di dunia Melayu, di mana agama terus berfungsi sebagai fondasi moral, sosial, dan kultural dalam menjaga identitas dan ketahanan komunal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madeley menawarkan kerangka analisis yang lebih fleksibel dan berbasis historis dibandingkan pendekatan sekularisasi klasik. Kerangka tersebut memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran agama dalam memperkuat kohesi sosial dan ketahanan budaya di tengah transformasi global. Dalam konteks Islam-Melayu, temuan ini menyoroti potensi integrasi nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal sebagai fondasi pengembangan ekoteologi Islam-Melayu yang mendukung keberlanjutan budaya serta respons terhadap tantangan era multipolar. Artikel ini merekomendasikan penelitian lanjutan yang lebih inklusif dan interdisipliner mengenai kontribusi tradisi Islam-Melayu dalam membangun ketahanan budaya dan peradaban yang berkelanjutan.


References

  1. Aljunied, Syed Muhammad Khairudin. Islam in Southeast Asia: A Critical Introduction. London: Routledge, 2021.
  2. Azra, Azyumardi. Islam in the Indonesian World: An Account of Institutional Formation. Bandung: Mizan, 2006.
  3. Berger, Peter L. The Sacred Canopy: Elements of a Sociological Theory of Religion. New York: Anchor Books, 1967.
  4. Berger, Peter L. “The Desecularization of the World: A Global Overview.” In The Desecularization of the World: Resurgent Religion and World Politics, edited by Peter L. Berger, 1–18. Grand Rapids: Eerdmans, 1999.
  5. Bruce, Steve. Secularization: In Defence of an Unfashionable Theory. Oxford: Oxford University Press, 2011.
  6. Casanova, José. Public Religions in the Modern World. Chicago: University of Chicago Press, 1994.
  7. Casanova, José. “The Secular, Secularizations, Secularisms.” In Rethinking Secularism, edited by Craig Calhoun, Mark Juergensmeyer, and Jonathan VanAntwerpen, 54–74. Oxford: Oxford University Press, 2011.
  8. Creswell, John W., and J. David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed. Los Angeles: Sage, 2018.
  9. Fairclough, Norman. Analysing Discourse: Textual Analysis for Social Research. London: Routledge, 2003.
  10. Fairclough, Norman. Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. 2nd ed. London: Routledge, 2010.
  11. Fox, Jonathan. A World Survey of Religion and the State. Cambridge: Cambridge University Press, 2008.
  12. Hadi, Sutrisno. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset, 2001.
  13. Haynes, Jeff. “Religion and Politics in the Contemporary World.” International Affairs 95, no. 5 (2019): 1025–1042.
  14. Hefner, Robert W. “Multiple Modernities and the Resilience of Religion in Southeast Asia.” Journal of Asian Studies 78, no. 4 (2019): 789–810.
  15. Hooker, M.B. Indonesian Islam: Social Change through Contemporary Fatawa. Honolulu: University of Hawai‘i Press, 2003.
  16. Künkler, Mirjam, John Madeley, and Shylashri Shankar, eds. A Secular Age Beyond the West. Cambridge: Cambridge University Press, 2018.
  17. Madeley, John. “Religion and the State.” In Routledge Handbook of Religion and Politics, edited by Jeffrey Haynes, 174–191. London: Routledge, 2009.
  18. Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Los Angeles: Sage, 2014.
  19. Muhamad Ali. “Islam and Cultural Resilience in Southeast Asia.” In Routledge Handbook of Islam in Southeast Asia, edited by Syed Muhammad Khairudin Aljunied, 45–62. London: Routledge, 2022.
  20. Wodak, Ruth, and Michael Meyer, eds. Methods of Critical Discourse Analysis. 2nd ed. London: Sage, 2009.
  21. Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.
Scroll to Top