Volume II: Law, Policy, and Ecological Justice

Tata Kelola Air Berkelanjutan dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dan Ekoteologi Islam

  • Dadi Wardiman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

tata kelola air; maqāṣid al-syarī‘ah; ekoteologi Islam; Jawa Barat; keberlanjutan.


Abstract

Artikel ini membahas tata kelola air berkelanjutan dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan ekoteologi Islam dengan menempatkan kebijakan pengelolaan air di Jawa Barat sebagai konteks kajian. Air merupakan kebutuhan dasar manusia, hak publik, sekaligus amanah ekologis yang tidak dapat diperlakukan semata-mata sebagai komoditas ekonomi. Persoalan ketimpangan akses, keterbatasan infrastruktur, potensi konflik kepentingan antara masyarakat, pemerintah, industri, dan lingkungan, serta risiko komersialisasi air menunjukkan perlunya kerangka etis-normatif dalam pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif dan konseptual. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui telaah regulasi sumber daya air, kebijakan daerah Jawa Barat, konsep maqāṣid al-syarī‘ah, dan ekoteologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata kelola air berkelanjutan harus diarahkan pada perlindungan jiwa, harta, keberlanjutan generasi, dan kelestarian lingkungan. Ekoteologi Islam memperkuat pemahaman bahwa air adalah amanah Allah yang harus dikelola berdasarkan prinsip keadilan, keseimbangan, tanggung jawab, dan keberlanjutan. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi maqāṣid al-syarī‘ah dan ekoteologi Islam dapat menjadi dasar etik bagi penguatan kebijakan air yang lebih adil, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.


References

  1. Al-Ghazali, I. (2022). Al-Mustashfa: Rujukan Utama Ushul Fikih Jilid 1 dan 2. Pustaka Al Kautsar.
  2. Alamsyah, S., & Angela, D. (2023). Dinamika Politik Dalam Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Privatisasi Pengelolaan Air Di Jakarta. Jurnal Adhikari, 2(4), 457–467.
  3. Apriandi, W. (2025). Jawa Barat dan Ketimpangan Ekonomi Penduduk yang Tambah Tinggi. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2025/05/15/06450001/jawa-barat-dan-ketimpangan-ekonomi-penduduk-yang-tambah-tinggi
  4. Aryani, D. P., & Dharmawan, A. H. (2024). Sistem Penghidupan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Pola Hubungan Sosial-Ekologi di Kawasan Konservasi. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 8(02), 1–13.
  5. Ashraf, M. (2015). Importance of Water in the Light of Quran and Sunnah and Ways of its Saving. Pakistan Council of Research in Water Resources (PCRWR), Islamabad, 37.
  6. Aulia, T. O. S., & Dharmawan, A. H. (2010). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya air di Kampung Kuta. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, Dan Ekologi Manusia, 4(3), 345–355.
  7. Azis, N. C. (2025). Dari Tauhid ke Ekologi: Menemukan Kembali Spiritualitas Islam dalam Pelestarian Alam. Al Hikamh: Jurnal Hukum Dan Keislaman, 1(2), 99–114.
  8. BPS. (2024). Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Sumber Air Minum Layak Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS). https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/persentase-rumah-tangga-yang-memiliki-akses-terhadap-sumber-air-minum-layak-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat
  9. CNN Indonesia. (2026). 4 Wilayah di Jawa Terancam Krisis Air Bersih Saat Kemarau Panjang 2026. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260529140543-641-1363418/4-wilayah-di-jawa-terancam-krisis-air-bersih-saat-kemarau-panjang-2026
  10. Cockell, C. S., Bush, T., Bryce, C., Direito, S., Fox-Powell, M., Harrison, J. P., Lammer, H., Landenmark, H., Martin-Torres, J., & Nicholson, N. (2016). Habitability: a review. Astrobiology, 16(1), 89–117.
  11. Conradie, E. (2006). Christianity and Ecological Theology: Resources for Further Research. SUN Press.
  12. Costa, F. M. L. (2024). Warga Enam Kabupaten di Jabar Kesulitan Air Bersih. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/warga-enam-kabupaten-di-jabar-kesulitan-air-bersih
  13. Darmalaksana, W. (2022). Metodologi Penelitian Hukum Islam. Sentra Publikasi Indonesia.
  14. Das, A., & Mishra, S. (2025). Smart and sustainable water management: Policy, technology, and innovation pathways for resource resilience. Green Technology, Resilience, and Sustainability, 5(1), 1–26.
  15. Fazlhashemi, M. (2025). Islamic Ecotheology. In Intersections of Religion, Education, and a Sustainable World (pp. 25–40). Springer.
  16. Hepni, & Fauzan. (2025). Ekoteologi Islam: Restorasi Etika Lingkungan Menuju Peradaban Hijau. PT Afanin Media Utama.
  17. Hosseiny, S. H., Bozorg-Haddad, O., & Bocchiola, D. (2021). Water, culture, civilization, and history. In Economical, political, and social issues in water resources (pp. 189–216). Elsevier.
  18. Judijanto, L., Prabandari, A. I., Yuliani, T. W., Pahude, M. S., & Perkasa, P. (2026). Pembangunan Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  19. Kasim, H., & Anindyajati, T. (2016). Perspektif Konstitusional Kedudukan Negara dan Swasta dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Menurut UUD 1945. Jurnal Konstitusi, 13(2), 455–479.
  20. Khuluq, M. K., & Asmuni, A. (2025). Hifz Al-Bi’ah as Part of Maqashid Al-Shari’ah and Its Relevance in the Context of Global Climate Change. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS), 7(2 SE-Articles). https://doi.org/10.20885/ijiis.vol7.iss2.art3
  21. Khumaini, A. (2025). KLH terus awasi perkembangan dugaan pencemaran Sungai Citarum. Antaranews.Com. https://www.antaranews.com/berita/4949889/klh-terus-awasi-perkembangan-dugaan-pencemaran-sungai-citarum
  22. Linggulembah, M. N. (n.d.). Pembangunan Air Minum Pedesaan Yang Berkelanjutan Di Desa Lembasada Kabupaten Donggala. Universitas Tadulako.
  23. Liu, Y., Zheng, H., & Zhao, J. (2024). Reframing water demand management: a new co-governance framework coupling supply-side and demand-side solutions toward sustainability. Hydrology and Earth System Sciences, 28(10), 2223–2238.
  24. Loucks, D. P. (2000). Sustainable water resources management. Water International, 25(1), 3–10.
  25. Ma’dika, V. F. (2025). Kebijakan Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa= Drinking Water Supply System (SPAM) Program Policy in Tabang District, Mamasa Regency. Universitas Hasanuddin.
  26. Mahalli, J. Al, & Suyuti, alaluddin Al. (2001). Tafsir Al-Jalalain. Dār al-Ḥadīth.
  27. Makanda, K., Nzama, S., & Kanyerere, T. (2022). Assessing the role of water resources protection practice for sustainable water resources management: A review. Water, 14(19), 3153.
  28. Mehta, L. (2014). Water and human development. World Development, 59, 59–69.
  29. Mishra, R. K. (2023). Fresh water availability and its global challenge. British Journal of Multidisciplinary and Advanced Studies, 4(3), 1–78.
  30. Mova Al’Afghani, M., & Bisariyadi, B. (2021). Ada Celah Hukum yang Terselubung: Problematika Regulasi Peran Swasta Dalam Pelayanan Air Minum (A Hidden Legal Loophole: The Problematique of Regulating Private Sector’s Participation in Indonesia’s Drinking Water Service). Available at SSRN 3996774.
  31. Özdemir, İ. (2026). Islamic ecotheology: foundations and challenges. In Handbook on Religion and the Environment (pp. 10–23). Edward Elgar Publishing.
  32. Perda. (2014). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.
  33. Puspita, T. M. D., & Zevi, Y. (2024). Analisis Keberlanjutan dan Strategi Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Jurnal Serambi Engineering, 9(4).
  34. Qardhawi, Y. (2002). Riwayat al-Bi’ah Fi Syariah al-Islam. Pustaka Al Kautsar.
  35. Qudāmah, M. al-D. I. (n.d.). Al-Mughnī.
  36. Reader, G. T. (2022). Access to drinking water, food security and adequate housing: challenges for engineering, past, present and future. Symposium on Responsible Engineering and Living, 1–41.
  37. Rohman, F. (2026). PDAM Kota Cirebon sebut 30 ribu pelanggan terdampak pipa bocor. Antaranews.Com. https://www.antaranews.com/berita/5398466/pdam-kota-cirebon-sebut-30-ribu-pelanggan-terdampak-pipa-bocor
  38. Sayyid Qutb. (1992). Tafsir Fi Zhilal Qur’an. Gema Insani.
  39. Singh, V. (2024). Water resources. In Textbook of environment and ecology (pp. 107–122). Springer.
  40. Sinuhaji, J. (2025). Sumber Artikel berjudul " BPS Jabar Ungkap 52,2 Persen Warga Jawa Barat Lebih Banyak Minum Air Dalam Kemasan. Pikiran Rakyat. https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019748051/bps-jabar-ungkap-522-persen-warga-jawa-barat-lebih-banyak-minum-air-dalam-kemasan
  41. Siraj, M. A., & Tayab, M. A. K. (2017). Water in Islam. In Water and Scriptures: Ancient Roots for Sustainable Development (pp. 15–58). Springer.
  42. Sutrisno, N., & Hamdani, A. (2019). Optimalisasi pemanfaatan sumber daya air untuk meningkatkan produksi pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 73–88.
  43. Triningsih, A. (2020). Penguasaan Negara Atas Sumber Daya Air Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(3), 343–354.
  44. Ulum, M. C., & Ngindana, R. (2017). Environmental governance: Isu kebijakan dan tata kelola lingkungan hidup. Universitas Brawijaya Press.
  45. Umiati, K. (2021). Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Perspektif Maslahah (Studi Kasus Di Desa Baleraksa Kec. Karangmoncol Kab. Purbalingga). Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (Indonesia).
  46. UU. (2019). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
  47. UUD. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
  48. Westall, F., & Brack, A. (2018). The importance of water for life. Space Science Reviews, 214(2), 50.
Scroll to Top