Volume II: Law, Policy, and Ecological Justice

Teologi Harapan Perspektif Tasawuf al-Gazali dalam Kitab Ihya Ulum al-Din

  • Mohammad Hilman Abdul Halim UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Teologi, Harapan, Tasawuf, Al-Gazali, Ihya Ulum al-Din.


Abstract

Dewasa ini terdapat beberapa pandangan tentang teologi harapan, termasuk dari ulama sufi. Semakin banyaknya pembahasan tentang teologi harapan menuntut adanya kajian landasannya agar dapat dipahami dalam kerangka teologis yang kuat. Para pengamat ilmu tasawuf mengakui bahwa orang yang telah berhasil menyatukan teologi atau ilmu kalam, fikih, tasawuf dan filsafat adalah al-Gazali dalam kitabnya Ihya Ulum al-Din. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teologi harapan perspektif tasawuf al-Gazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din dan landasannya dalam al-Quran dan Hadis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Simpulan penelitian ini meliputi: pertama, teologi harapan perspektif tasawuf al-Gazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din. Melalui disiplin ilmu tasawuf, Al-Gazali mampu mendeskripsikan jalan menuju Tuhan dengan menempuh maqamat dan ahwal, salah satunya melalui raja atau harapan. Harapan ini terdiri dari ilmu, hal dan amal. Harapan yang diartikan kegembiraan hati karena tengah menantikan sesuatu yang disukai, yang timbul atas keyakinan kepada Tuhan Mahaluhur dan disertai dengan melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Teologi harapan hadir sebagai sebuah rumusan pemikiran dalam rangka berusaha menjawab setiap masalah yang dihadapi dewasa ini. Kedua, landasan teologi harapan terdapat dalam al-Quran dan Hadis. Harapan disebutkan secara eksplisit dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 218 dan secara implisit dalam Hadis yang diriwayatkan dari Zaid al-Khail tentang tanda-tanda orang yang dikehendaki baik oleh Allah dan memperoleh harapan dari-Nya.


References

  1. Abu Nuaim. (1996). Al-Hilyah. Dar al-Fikri.
  2. Al-Ghazali. (2011). Ihya Ulum al-Din. Dar al-Minhaj.
  3. Al-Qusyairi. (2017). Al-Risalah. Dar al-Minhaj.
  4. Al-Tabrani. (1983). Al-Kabir. Maktabah Ibnu Taimiyyah.
  5. Amin, N. (2021). Pemikiran teologi Islam modern. Lawwana.
  6. Aun, F. (2009). Al-Raja. Ensklopedia Tasawuf Islami.
  7. Bloch, E. (1997). The principle of hope. The MIT Press.
  8. Hidayat, K. (2024). Theology of hope: Mengejar kaki langit. Kompas.
  9. Ibnu Adi. (1997). Al-Kamil. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
  10. Japri, M. A. B. (2017). Konsep khauf dan raja Imam al-Ghazali dalam terapi gangguan kecemasan. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
  11. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama Republik Indonesia. (2010). Al-Quran dan terjemahnya. CV Penerbit Diponegoro.
  12. Moltmann, J. (2021). Theology of hope. SCM Press.
  13. Nasution, H. (1995). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran. Mizan.
  14. Nizar, M., & Hamsah, U. (2024). Konsep khauf dan roja’ al-Ghazali dalam perspektif Rudolf Otto. Philosophiamundi.
  15. Soleh, A. K. (2013). Teologi Islam perspektif al-Farabi dan al-Ghazali. UIN Maliki Press.
  16. Soleh, A. K. (2024). Teologi Islam: Perbandingan al-Farabi dan al-Ghazali. Edulitera.
  17. Solihin, M., & Anwar, R. (2008). Ilmu tasawuf. Pustaka Setia.
  18. Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  19. Syukur, A. (1994). Rasionalisme dalam tasawuf. IAIN Walisongo.
  20. Syukur, A. (2011). Sufi healing: Terapi dalam literatur tasawuf. Walisongo Press.
  21.  
Scroll to Top