Volume I: Eco-Theology, Spirituality, and Environmental Ethics

Zikir Ekologis: Gerakan Dakwah Suryalaya Meredam Resource Hegemony dan Kerusakan Lingkungan

  • Raihan Aqhsal Arighi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Dakwah Bi'ah; Eco Sufism; Resource Hegemony; TQN Suryalaya; Zikir Ekologis.


Abstract

Krisis ekologis global yang ditandai oleh deforestasi masif dan dominasi kepentingan ekonomi atas sumber daya alam, yang dikenal sebagai resource hegemony, menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga berbasis nilai dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Pondok Pesantren Suryalaya mengonstruksi dan mengimplementasikan zikir ekologis sebagai gerakan dakwah, serta bagaimana gerakan tersebut berfungsi sebagai mekanisme peredam resource hegemony dan kerusakan lingkungan di kawasan Priangan. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus tunggal pada komunitas Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya. Sumber data utama meliputi teks Tanbih, hasil wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumen pendukung yang dianalisis melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanbih Suryalaya mengandung etika ekologis implisit yang menempatkan kepentingan kolektif dan keseimbangan ruang hidup bersama di atas kepentingan individu. Etika tersebut diterjemahkan ke dalam praktik dakwah berupa penghijauan, konservasi air, dan advokasi terhadap eksploitasi lahan. Temuan ini memperlihatkan bahwa zikir berfungsi sebagai mekanisme transformasi kesadaran menuju tanggung jawab ekologis kolektif sekaligus membentuk spiritual counter-hegemony terhadap logika ekstraktif modern. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan konsep zikir ekologis dalam kajian Eco Sufism dan ilmu dakwah serta menawarkan model gerakan dakwah ekologis berbasis pesantren yang dapat direplikasi di Indonesia dan dikembangkan pada berbagai komunitas keagamaan yang memiliki perhatian terhadap kelestarian lingkungan.


References

  1. Adams, C. R. (2021). A systematic approach to multiple case study design in counselor education research. Journal of Counselor Preparation and Supervision, 14(3). https://research.library.kutztown.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1529&context=jcps
  2. Al Hamid, S. A. (2024). Pendidikan Islam berwawasan lingkungan berbasis pondok pesantren. Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam, 3(2), 192-204. https://doi.org/10.38073/aljadwa.v3i2.1772
  3. Alam, L., Alam, M., Samaalee, A., & Suyatno, S. (2024). Environmental sustainability in Indonesian pesantren: Integrating pious principles and da'wah efforts. Jurnal Ilmu Dakwah, 44(2), 311-328. https://doi.org/10.21580/jid.v44.2.23607
  4. Auriga Nusantara. (2024). Deforestasi Indonesia tahun 2023 capai 257.384 hektare. Siaran pers SIMONTINI, 21 Maret 2024. https://simontini.id/presentation/Deforestasi_Indonesia-2023-paparan.pdf
  5. Carbon Brief. (2025, Oktober 24). UN report: Five charts showing how global deforestation is declining. https://www.carbonbrief.org/un-report-five-charts-showing-how-global-deforestation-is-declining/
  6. Fauzan, F. A., & Firdiansyah, M. (2024). Gerakan sosial-ekologis Kader Hijau Muhammadiyah di Indonesia. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(2). https://ejournal.suryabuanaconsulting.com/index.php/SocDev/article/download/239/121
  7. Food and Agriculture Organization. (2024). The state of the world's forests 2024: Although deforestation is slowing, forests are under pressure. https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/768ba59e-c692-47c3-9a13-3c3c10993396/content
  8. Forest Stewardship Council. (2024). 11 deforestation facts to know in 2026. https://fsc.org/en/blog/deforestation-facts
  9. Hamsyah, F., & Subandi. (2017). Dzikir and happiness: A mental health study on an Indonesian Muslim Sufi group. Journal of Spirituality in Mental Health, 19(1), 80-94. https://doi.org/10.1080/19349637.2016.1188602
  10. Hanaček, K., & Rodríguez-Labajos, B. (2024). We are protectors, not protestors: Global impacts of extractivism on human-nature bonds. Environmental Justice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11543721/
  11. Hossini, H., et al. (2023). The environment from the perspective of the Qur'an and divine teachings. Journal of Health Reports and Technology, 9(2), e133381. https://doi.org/10.5812/jhrt.133381
  12. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. (2025). Spiritualitas transformasional TQN Suryalaya dalam menghadapi kolonialisme. https://journalcenter.org/index.php/inovasi/article/download/4761/3679
  13. Intergovernmental Panel on Climate Change. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press. https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg1/
  14. Journal for the Study of Religion, Nature and Culture. (2025). Modern Islamic eco-religion: Historical contexts. https://journal.equinoxpub.com/JSRNC/article/view/27632
  15. Journal of Islamic Thought and Civilization. (2024). Re-sacralization of nature and Sufi ecotheology: Seyyed Hossein Nasr's contribution to environmental ethics in the Anthropocene. https://journals.umt.edu.pk/index.php/JITC/article/view/7799
  16. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2025). Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2024. Siaran resmi, 20 Maret 2025. https://www.kehutanan.go.id/news/article-10
  17. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin. (2024). Nilai-nilai pendidikan Islam pada teks Tanbih TQN Suryalaya serta relevansinya dengan hadits Nabi. https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/kon/article/view/9864
  18. Lembaga Dakwah TQN Suryalaya. (2022). TQN Suryalaya dan kemerdekaan. https://ldtqn.or.id/tqn-suryalaya-dan-kemerdekaan/
  19. Salahudin, et al. (2023). Sufi modernis: Peran transformatif mursyid TQN Suryalaya dalam bidang pendidikan, ekonomi dan lingkungan hidup. https://www.researchgate.net/publication/357164286
  20. Sartika, S. B., Supriyadi, & Wiguna, A. (2023). Dakwah lingkungan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah perubahan iklim. https://www.researchgate.net/publication/371306387
  21. Sayem, M. A. (2019). The eco-philosophy of Seyyed Hossein Nasr: Spiritual crisis and environmental degradation. Islamic Studies, 58(2), 271-295. https://www.academia.edu/41660583
  22. Sufya, D. (2025). Islamic spiritual practice as a pathway to psychological well-being: Evaluating the impact of devotional remembrance (Dhikr) on stress. Motiva: Jurnal Psikologi, 8(2). https://www.researchgate.net/publication/397982595
  23. Sururi, A., Kuswanjono, A., & Utomo, A. H. (2020). Ecological Sufism concepts in the thought of Seyyed Hossein Nasr. Research, Society and Development, 9(10), e5769108611. https://doi.org/10.33448/rsd-v9i10.8611
  24. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism. (2024). Al-Ghazali's Eco-Sufism for environmental preservation: Living Sufism at Pesantren Al-Anwar 3 of Central Java. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/teosofia/article/view/22139
  25. Veltmeyer, H., & Bowles, P. (2022). From extractivism to global extractivism: The evolution of an organizing concept. Journal of Peasant Studies, 49(3). https://doi.org/10.1080/03066150.2022.2069015
  26. Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications
Scroll to Top