Otentisitas sebagai Fondasi Ekoteologi: Kritik Sanad atas Hadits-Hadits Pelestarian Lingkungan dan Implikasinya bagi Ketahanan Budaya Islam-Melayu di Era Multipolar
Keywords
Ekoteologi Islam; kritik sanad; al-madar; hadits lingkungan; ketahanan epistemologis; Islam-Melayu; era multipolar.
Abstract
Krisis ekologis global di era multipolar telah mendorong dunia Islam meninjau kembali khazanah teologisnya tentang relasi manusia dengan alam. Ekoteologi Islam kerap dibangun di atas argumen normatif yang bersandar pada hadits-hadits Nabi tentang pelestarian lingkungan—seperti hadits anjuran menanam pohon (al-ghars), larangan merusak sumber air, dan etika perlakuan terhadap hewan. Namun, sebagian besar wacana ekoteologi kontemporer menggunakan hadits-hadits tersebut tanpa verifikasi otentisitas yang memadai, sehingga rentan terhadap kritik metodologis. Makalah ini berargumen bahwa kekuatan ekoteologi Islam-Melayu sebagai ketahanan budaya tidak dapat dilepaskan dari otentisitas sumbernya. Dengan pendekatan library research yang bersifat deskriptif-analitis-kritis, kajian ini menerapkan metodologi kritik sanad (naqd al-isnad) klasik—khususnya analisis poros sanad (al-madar) dan deteksi 'illah—terhadap sejumlah hadits utama yang menjadi rujukan ekoteologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadits-hadits pokok pelestarian lingkungan memiliki sanad yang sahih dan jalur periwayatan yang kokoh, sehingga layak menjadi fondasi teologis. Kajian ini menyimpulkan bahwa tradisi kritik hadits itu sendiri merupakan bentuk ketahanan epistemologis yang menjamin keberlanjutan warisan keilmuan Muslim Melayu, dan bahwa otentisitas sumber adalah prasyarat bagi ekoteologi yang kredibel dan tahan terhadap arus relativisme era multipolar.
References
- Abu Dawud al-Sijistani. (t.th.). Sunan Abi Dawud (M. M. al-Din 'Abd al-Hamid, Ed.). Beirut: al-Maktabah al-'Ashriyyah.
- Al-Albani, M. N. al-Din. (1419H). Shahih Sunan Abi Dawud. Riyadh: Maktabah al-Ma'arif.
- Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
- Al-Bukhari, M. ibn Isma'il. (1422H). Shahih al-Bukhari (M. Z. ibn Nashir, Ed.). Beirut: Dar Tawq al-Najah.
- Al-Daraqutni, 'A. ibn 'Umar. (1405H). Al-'Ilal al-waridah fi al-ahadits al-nabawiyyah (M. al-Rahman Z. al-Salafi, Ed.). Riyadh: Dar Tayyibah.
- Al-Dzahabi, S. al-Din. (1382H). Mizan al-i'tidal fi naqd al-rijal ('A. M. al-Bijawi, Ed.). Beirut: Dar al-Ma'rifah.
- Al-Hakim al-Naysaburi. (t.th.). Ma'rifat 'ulum al-hadits. Kairo: Maktabah al-Mutanabbi.
- Al-Khatib al-Baghdadi. (1403H). Al-Jami' li akhlaq al-rawi wa adab al-sami' (M. al-Thahhan, Ed.). Riyadh: Maktabah al-Ma'arif.
- Al-Mizzi, J. al-Din. (1403H). Tuhfat al-asyraf bi ma'rifat al-athraf ('A. al-Shamad S. al-Din, Ed.). Beirut: al-Maktab al-Islami.
- Al-Nawawi, Y. ibn Syaraf. (t.th.). Al-Arba'in al-nawawiyyah. Damaskus: Dar al-Minhaj.
- Al-Qaradawi, Y. (1421H). Ri'ayat al-bi'ah fi syari'at al-Islam. Kairo: Dar al-Syuruq.
- Al-Syafi'i, M. ibn Idris. (1940). Al-Risalah (A. M. Syakir, Ed.). Kairo: Maktabah al-Halabi.
- Al-Thabari, I. Jarir. (1420H). Jami' al-bayan 'an ta'wil ay al-Qur'an (A. M. Syakir, Ed.). Beirut: Mu'assasah al-Risalah.
- Azra, A. (2004). The origins of Islamic reformism in Southeast Asia. Honolulu: University of Hawai'i Press.
- Foltz, R. C., Denny, F. M., & Baharuddin, A. (Ed.). (2003). Islam and ecology: A bestowed trust. Cambridge: Harvard University Press.
- Holling, C. S. (1973). Resilience and stability of ecological systems. Annual Review of Ecology and Systematics, 4, 1–23.
- Ibn Hajar al-'Asqalani. (1379H). Fath al-bari syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
- Ibn Hajar al-'Asqalani. (1404H). Tahdzib al-tahdzib. Beirut: Dar al-Fikr.
- Ibn Hajar al-'Asqalani. (1422H). Nuzhah al-nazhar fi tawdih nukhbah al-fikar ('A. ibn Dhayf Allah al-Rahili, Ed.). Riyadh: Mathba'ah Safir.
- Ibn Majah. (t.th.). Sunan Ibn Majah. Beirut: Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi.
- Ibn Rajab al-Hanbali. (1407H). Syarh 'ilal al-Tirmidzi (H. 'A. al-Rahim Sa'id, Ed.). Zarqa: Maktabah al-Manar.
- Ibn al-Shalah al-Syahrazuri. (1972). 'Ulum al-hadits (Muqaddimah Ibn al-Shalah) (N. al-Din 'Itr, Ed.). Madinah: al-Maktabah al-'Ilmiyyah.
- Izzi Dien, M. Y. (2000). The environmental dimensions of Islam. Cambridge: The Lutterworth Press.
- Johns, A. H. (1984). Islam in the Malay world: An exploratory survey. Dalam R. Israeli (Ed.), Islam in Asia. Jerusalem: Magnes Press.
- Khalid, F. (2002). Islam and the environment. Dalam P. Timmerman (Ed.), Encyclopedia of global environmental change (Vol. 5, hlm. 332–339). Chichester: John Wiley.
- Llewellyn, O. A. (2003). The basis for a discipline of Islamic environmental law. Dalam R. C. Foltz dkk. (Ed.), Islam and ecology: A bestowed trust (hlm. 185–247). Cambridge: Harvard University Press.
- Mangunjaya, F. M. (2005). Konservasi alam dalam Islam. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.
- Muslim ibn al-Hajjaj. (t.th.). Shahih Muslim (M. F. 'Abd al-Baqi, Ed.). Beirut: Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi.
- Nasr, S. H. (1997). Man and nature: The spiritual crisis in modern man. Chicago: ABC International Group.
- Ozdemir, I. (2003). Toward an understanding of environmental ethics from a Qur'anic perspective. Dalam Islam and ecology: A bestowed trust (hlm. 3–37). Cambridge: Harvard University Press.
- Wan Daud, W. M. N. (1998). The educational philosophy and practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas. Kuala Lumpur: ISTAC.
- White, L., Jr. (1967). The historical roots of our ecologic crisis. Science, 155(3767), 1203–1207.