Rekonstruksi Makna Fasād fī al-Arḍ dalam Al-Qur’an: Pendekatan Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ekoteologi Islam Kontemporer
Keywords
Fasād fī al-arḍ, Tafsir Al-Qur’an, Fazlur Rahman, Double Movement, Ekoteologi Islam, Etika lingkungan, Krisis ekoteologis.
Abstract
Penelitian ini mengkaji rekonstruksi makna fasād fī al-arḍ dalam tafsir Al-Qur’an sebagai respons terhadap krisis ekoteologis kontemporer melalui pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Selama ini, pemaknaan fasād fī al-arḍ dalam khazanah tafsir lebih banyak ditempatkan pada dimensi moral, sosial, dan spiritual, seperti kemaksiatan, konflik, ketidakadilan, serta penyimpangan manusia dari tatanan ilahiah. Sementara itu, meningkatnya krisis lingkungan global menunjukkan perlunya pembacaan ulang terhadap konsep Qur’ani tersebut agar mampu menghadirkan landasan etis-teologis yang relevan dengan tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat fasād beserta derivasinya. Analisis dilakukan melalui kajian komparatif terhadap penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, kemudian direkonstruksi menggunakan teori double movement Fazlur Rahman dengan menelusuri konteks historis ayat, merumuskan nilai moral universal, serta mengaktualisasikannya dalam realitas kontemporer. Penelitian ini menemukan bahwa fasād fī al-arḍ tidak hanya menunjukkan kerusakan yang bersifat moral dan sosial, tetapi juga merepresentasikan krisis ekoteologis yang lahir dari terputusnya relasi etis antara manusia, Tuhan, dan alam. Rekonstruksi melalui pendekatan Fazlur Rahman memperluas makna fasād menjadi konsep yang mencakup eksploitasi alam, hilangnya keseimbangan kosmos, serta pengabaian amanah manusia sebagai khalifah. Dengan demikian, fasād fī al-arḍ dapat diposisikan sebagai fondasi epistemik bagi pengembangan ekoteologi Islam yang lebih kontekstual, transformatif, dan responsif terhadap tantangan lingkungan modern.
References
- 'Abd al-Bāqī, Muḥammad Fu'ād. Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfāẓ al-Qur'ān al-Karīm. Kairo: Dār al-Ḥadīth, 2007.
- Abdulmatin, dan Nurrohim. “Dialectics of Fasad and Musibah in the Qur'an as Ethical Framework for Anthropogenic Damage.” al-Afkar, 2026.
- Al-Jayyousi, et al. “A Critical Discourse Analysis on Climate Change in a Globalized World: The Nexus of Islam and Sustainable Development.” Sustainability 15, no. 19 (2023).
- Al-Qurṭubī. Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān. Beirut: Mu'assasah al-Risālah, 2006.
- Amin, et al. “Environmental Paradigm Transformation through Integrative Interpretation: Perspective of Qur'anic Ecological Hermeneutics.” International Journal of Islamic Thought, 2025.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Buku Data Bencana Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, 2025.
- Basri, S. “Islamic Environmental Ethics: A Cultural Framework for Sustainable Development.” Diversity: Journal of Islamic Studies, 2025.
- Duderija, Adis. “The Qur'an and Contemporary Hermeneutics.” Religion Compass 5, no. 7 (2011): 314–325.
- Fazlur Rahman. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: The University of Chicago Press, 1982.
- Fazlur Rahman. Major Themes of the Qur'an. 2nd ed. Chicago: The University of Chicago Press, 2009.
- Gade, Anna M. Muslim Environmentalisms: Religious and Social Foundations. New York: Columbia University Press, 2019.
- Ghaly, Mohammad, ed. Islam and Disability: Perspectives in Theology and Jurisprudence. London: Routledge, 2024.
- Helmi, Nurhakim, dan Munawar. “Qur'anic Ecotheology as Environmental Critique.” QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies 5, no. 1 (2026).
- Husamah, et al. “Islam and Sustainability Issues, How Far Has the Relationship Progressed? A Bibliometric Analysis.” Social Sciences & Humanities Open 12 (2025): 101703.
- Ibn Kathīr. Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 1999.
- Ibn Manẓūr. Lisān al-'Arab. Jilid V. Beirut: Dār Ṣādir, 1994.
- Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024. Siaran Pers No. SP.031/HKLN/PPIP/HMS.3/03/2025, 20 Maret 2025.
- Khalid, A. “Religion, Ecology, and Environmental Sustainability: Islamic Perspectives.” Sustainability 16, no. 3 (2024).
- Khorchide, Mouhanad. “Islamic Environmental Ethics and Contemporary Sustainability.” Journal of Islamic Ethics 8, no. 2 (2024).
- Lestari, dan Al-Ayyubi. “Contextualising Fasad for Environmental Stewardship.” Al'Adalah 28, no. 2 (2025).
- Majma' al-Lughah al-'Arabiyyah. Al-Mu'jam al-Wasīṭ. Kairo: Maktabah al-Shurūq al-Dawliyyah, 2004.
- Moosa, Ebrahim. “Fazlur Rahman.” Dalam The Oxford Encyclopedia of the Islamic World. Oxford: Oxford University Press, 2009.
- Nur, A. “Qur'anic Ecotheology and the Ethics of Forest Protection in Indonesia.” Al-Jami‘ah: Journal of Islamic Studies.
- Özdemir, H. A. “Islamic Ecotheology and Environmental Responsibility in the Anthropocene.” Religions 15, no. 4 (2024).
- Rahardjo, M. Dawam. Ensiklopedi Al-Qur'an. Jakarta: Paramadina, 2002.
- Rozaqi, M. I. “Qur'anic Ecotheology and the Ethics of Environmental Responsibility.” Al-Qur’an and Hadith Studies, 2025.
- Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur'an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.
- Saeed, Abdullah. Reading the Qur'an in the Twenty-First Century: A Contextualist Approach. London: Routledge, 2014.
- Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
- Taufikin, T. “Integrating Eco-Theology in Islamic Education.” Tarbawi, 2025.
- United Nations. Climate Reports. United Nations Climate Change, 2024.
- United Nations Environment Programme (UNEP). Emissions Gap Report 2024: No More Hot Air … Please!. Nairobi: UNEP, 2024.
- United Nations Environment Programme (UNEP). Annual Report 2024: We Are All in This Together. Nairobi: UNEP, 2025.
- Welch, dan Rahman. “Islam and Engagements with Nature: Theology and Practice.” Dalam Managing Protected Areas. Springer, 2024.