Volume III: Education and Ecological Literacy

Integrasi Nilai Gapura Pancawaluya dalam Praktik Pedagogis Sebagai Sinergi Ilmu Keislaman dan Sains Menuju Ketahanan Ekoteologis Era Digital

  • Ridha Herdiani UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Ekoteologi, Gapura Pancawaluya, Pedagogi Digital, Pendidikan Karakter, Sintesis Islam-Sains.


Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi model pendidikan karakter melalui implementasi nilai inti Gapura Pancawaluya yang diintegrasikan ke dalam sintesis ilmu keislaman dan sains guna membangun resiliensi ekoteologis siswa. Menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain explanatory sequential di empat sekolah binaan (SMAN Cimanggung, SMAN Conggeang, SMAN 1 Cimalaka, dan SMA Al Huda Arjasari), tahap kuantitatif menerapkan eksperimen kuasi (pretest-posttest control group design) dengan perhitungan N-Gain Score. Tahap kualitatif dilanjutkan melalui studi kasus dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan refleksi praktis. Kerangka teoretis dijangkarkan pada konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Adab Al-Attas guna mengintegrasikan dimensi moral ke dalam sains, serta teori World-Centred Education dan tiga fungsi pendidikan Biesta untuk memosisikan siswa sebagai subjek yang bertanggung jawab. Hasil pengujian kuantitatif menunjukkan peningkatan efektivitas yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan rerata N-Gain sebesar 0,71 kategori tinggi. Secara kualitatif, penerapan nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer secara aplikatif terbukti mampu mengonversi doktrin teologis pelestarian lingkungan serta etika sains menjadi karakter nyata berupa perilaku hidup berkelanjutan Digital Zuhud dan kearifan berteknologi. Sinergi ini secara signifikan meningkatkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral siswa dalam menghadapi disrupsi informasi. Hasil studi ini bermanfaat bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan, serta Teknologi Instruksional dalam menyusun modul karakter berbasis kearifan lokal yang adaptif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan Nilai Inti Gapura Pancawaluya sebagai instrumen navigasi moral orisinal yang menyatukan mandat teologis menjaga bumi dengan realitas ekosistem digital, menawarkan model ketahanan ekoteologis yang menghubungkan warisan peradaban dengan teknologi masa depan secara utuh.


References

  1. Agustina, A. N., Abdullah, M. N. A., & Utami, N. F. (2025). Modal Budaya dan Relevansi Nilai-Nilai Gapura Panca Waluya dalam Program Pembinaan Komunitas Rumah Pelangi. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(8), 8940–8946. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i8.8834
  2. Al-Attas, S. M. N. (1978). a Framework for an Islamic.
  3. Al-Turif, G. A. R., & Al-Sanad, H. A. R. (2023). The repercussions of digital bullying on social media users. Frontiers in Psychology, 14(November), 1–12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1280757
  4. Aly, A. H., Suseno, M., & Setiadi, S. (2025). PRAKTIK EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA. 12(2), 19–38.
  5. Arsyad, M., & Hasanah, N. (2025). Nilai Ekologis Islam: Konsep Khalifah dan Amanah. Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 4(1), 33–48. https://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/mustafid
  6. Az-zahra, F. (2025). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025 Kewarganegaraan Digital dan Tantangan Etika Bermedia Sosial di Era Disrupsi Informasi “ Strategi Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Etika Digital di Era Digital .” 9, 327–338.
  7. Biesta, G., Biesta, G., Education, P., & Education, P. (n.d.). WORLD-CENTRED EDUCATION.
  8. Budiman, S. A. (2017). Jurnal Keislaman. Pembaharuan Konsep Kafa’Ah Dalam Perkawinan, 4(2), 9–15.
  9. Dzikrillah, I. H., Agama, S. T., Cicalengka, I. A., Negeri, U. I., & Kalijaga, S. (2025). Indonesian Journal of Islamic Religious Education ( INJIRE ) Integrating Islamic Eco-Theology into Religious Education : A New Paradigm for Curriculum Development. 3(December).
  10. Fitria, N. (2017). Konsep Pendidikan Karakter Menurut Thomas Lickona dan Yusuf Qardhawi (Studi Komparatif tentang Metode, Strategi dan Konten). In Tesis (Vol. 34, Issue 11).
  11. Fusch, P., Fusch, G. E., & Ness, L. R. (2018). Denzin’s Paradigm Shift: Revisiting Triangulation in Qualitative Research. Journal of Social Change, 10(1), 19–32. https://doi.org/10.5590/josc.2018.10.1.02
  12. Getnet Agazu, B., Ketemaw Dejenu, A., & Lemi Debela, K. (2022). A Comparative Review of Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. Qualitative Report, 27(8), 1499–1508. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5748
  13. Hassan, M. A., Raza, A., Bashir, S., Song, J., Sajad, S., Khan, A., Malik, L., & Awan, Z. A. (2025). Regenerative Agriculture and Sustainable Plant Protection: Enhancing Resilience Through Natural Strategies. Plants, 15(1), 113. https://doi.org/10.3390/plants15010113
  14. Husamah, Rahardjanto, A., Permana, T. I., & Lestari, N. (2025). Islam and sustainability issues, how far has the relationship progressed? A bibliometric analysis. Social Sciences and Humanities Open, 12(March), 101703. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.101703
  15. Isik, O. (2025). Qualitative Research Approaches and Data Collection Methods: Understanding Meaning and Experience. Journal of Humanities and Education Development, 7(6), 19–32. https://doi.org/10.22161/jhed.7.6.3
  16. Kelvin, W., & Darmawan, E. M. (2025). Pembangunan : Menuju Paradigma Teosentris. 01(01), 103–122.
  17. Khalbi, M., & Suud, F. M. (n.d.). Dampak Fear of Missing Out ( FOMO ) terhadap Penyelesaian Tugas Akhir pada Mahasiswa Muslim Yogyakarta. 9623, 646–657.
  18. Maulidi, A., Alanshori, M. Z., Hidayati, Z., Khurin Maknin, N. A., Rahmah, W., Zuhri, A. M., & Zaini, A. (2025). Techno-Humanistic Learning: A New Paradigm for Human-Centered Digital Pedagogy on Islamic Education. EDUKASIA Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 831–852. https://doi.org/10.62775/edukasia.v6i2.1498
  19. Qu, S. Q., & Dumay, J. (2011). The qualitative research interview. Qualitative Research in Accounting and Management, 8(3), 238–264. https://doi.org/10.1108/11766091111162070
  20. Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). No Title 済無No Title No Title No Title. 2, 306–312.
  21. Rusydi, M. (n.d.). AL-ADABIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam. 5(2), 251–257.
  22. Salma Nabila Rianissa. (2024). Disinformasi di Era Post-Truth: Ancaman terhadap Demokrasi dan Mobilitas Global. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 2(1), 37–46. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i1.659
  23. Society, M. (2025). March 2025; Accepted: 28. 12(1), 39–62. https://doi.org/10.15408/tjems.v12i1.46161.th
  24. Sunarti, E., Islamia, I., Rochimah, N., & Ulfa, M. (2017). Pengaruh Faktor Ekologi Terhadap Resiliensi Remaja. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 10(2), 107–119. https://doi.org/10.24156/jikk.2017.10.2.107
  25. Supriandi, A., Tinggi, S., Tarbiyah, I., Iqra, S., & Hulu, K. (2025). Pendekatan Penelitian Kualitatif. 4(April).
  26. Suwardi, Hariyadi, R., Susapti, P., Billah, A., Kurniawan, W., & Prabowo, S. A. (2025). Sct Tree Model To Integrate Spirituality and Computational Thinking in Science Learning. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 14(3), 443–457. https://doi.org/10.15294/jpii.v14i3.31172
  27. Tannenbaum, N. (2017). Review Reviewed Work ( s ): Participant Observation by James P . Spradley Review by : Nicola Tannenbaum Published by : The George Washington University Institute for Ethnographic Research Stable URL : http://www.jstor.org/stable/3318111. 53(March), 4–7.
  28. Yuli Kusmanto, T. (2014). Rekonstruksi Paradigma Ilmu Pengetahuan Untuk Keberlanjutan Ekologis. Sosiologi Reflektif, 9, 165–184.
  29. Yunita, I., Saidah, A., & Fahmi, M. (2025). The Imperative of Integrating Knowledge and Adab in Reconstructing Islamic Education in the Digital Era: A Study of Al-Attas’s Thought. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 123–136. https://doi.org/10.18860/jpai.v11i2.32660
  30. Zhao, Y. (2023). The Impact of AI on Moral Development in Schools. Educational Psychologist, 58(2), 99–115.
Scroll to Top