Volume III: Education and Ecological Literacy

Rekonstruksi Wacana Pengetahuan Islam Dan Sains Barat Di Era Modern: Studi Naratif Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Citapen

  • Dede Supriyatna UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Uus Ruswandi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Badrudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Cece Nurhikmah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Deden Saepudin Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin Purwakarta, Indonesia

Keywords

Pengetahuan Islam, Sains Barat, Studi Naratif, Integrasi Epistemologis, Dekolonisasi Pengetahuan.


Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika rekonstruksi wacana mengenai perjumpaan antara pengetahuan Islam dan sains Barat pada era kontemporer. Dominasi paradigma epistemologi Barat yang kerap memarjinalkan khazanah intelektual Islam menuntut adanya upaya redefinisi, integrasi, dan dekolonisasi pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi naratif yang difokuskan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Arrohmah Citapen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pendidik dan pengembang kurikulum serta analisis dokumen, guna menggali narasi pengalaman mereka dalam mengintegrasikan kedua tradisi keilmuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Arrohmah Citapen secara aktif merekonstruksi wacana melalui pendekatan sains integratif. Institusi ini membangun narasi pembelajaran yang menggabungkan sejarah sains Islam dan menyelaraskan konsep-konsep ilmiah modern dengan pandangan dunia (worldview) Al-Qur'an secara komprehensif. Walaupun demikian, proses penulisan narasi integrasi ini masih dihadapkan pada tantangan epistemologis, seperti keterbatasan literatur filosofis yang inklusif, kerumitan penyelarasan metodologi antara teks keagamaan dan bukti empiris, serta kebutuhan peningkatan kapasitas guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi integrasi dan dekolonisasi pengetahuan yang diusung oleh SDIT Arrohmah Citapen sangat esensial dalam menjembatani kesenjangan epistemologis. Pendekatan sains integratif ini berpotensi besar menghasilkan pemahaman yang holistik, demi membentuk generasi peserta didik yang kompeten secara akademis sekaligus memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh.


References

  1. Achmad Bashori, Y., Umami, K., & Wahid, S. H. (2024). Maqasid shariah-based digital economy model: Integration, sustainability and transformation. Malaysian Journal of Syariah and Law, 12(2), 405–425.
  2. Akkari, A. (2020). Global citizenship education: Critical and international perspectives. Springer International Publishing.
  3. Anonymous. (2023). Sustainability education design and environmental awareness in madrasah education within the framework of Islamic education management. Journal of Education, Finance and Management Sciences.
  4. Faruque, M. U. (2024). Decolonizing the Muslim mind: A philosophical critique. The Philosophical Forum, 55(4), 353–375.
  5. Grosfoguel, R. (2011). Decolonizing post-colonial studies and paradigms of political-economy: Transmodernity, decolonial thinking, and global coloniality. TRANSMODERNITY, 1(1).
  6. Leithwood, K. (2021). A review of evidence about equitable school leadership. Education Sciences, 11(8), 377.
  7. Minow, M. (2021). Equality vs. equity. American Journal of Law and Equality, 1, 167–193.
  8. Muhadidsin, R., Zahra, N. F., & Taqiyuddin, H. (2026). Pendidikan spiritualitas yang berbasis ekologis sebaga upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 3(1), 85–99.
  9. Mutohar, P. M., J., & Trisnantari, H. E. (2020). Contribution of visionary leadership, lecturer performance, and academic culture to the competitiveness of Islamic higher education in Indonesia. Journal of Advances in Education and Philosophy, 04(02), 29–45.
  10. Nasr, S. H. (2010). Islam and the problem of modern science.
  11. Tajuddin, M. S., & Rofie, M. K. H. (2014). A new paradigm of integration between science and Islam: An epistemological framework. Universiti Utara Malaysia Institutional Repository.
  12. Zidny, R., Sjöström, J., & Eilks, I. (2020). A multi-perspective reflection on how indigenous knowledge and related ideas can improve science education for sustainability. Science & Education, 29(1), 145–185.
Scroll to Top