Volume III: Education and Ecological Literacy

Anti-Israf sebagai Pilar Pendidikan Moral: Kajian atas Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim Karya KH. Hasyim Asy’ari dalam Merespons Konsumerisme Modern

  • Rusman Nurdiansyah Al-Masthuriyah Institut, Sukabumi
  • Badrudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Adang Hambali UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Bambang Samsul Arifin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Anti-Israf; Pendidikan Akhlak; Konsumerisme; Etika Islam; Pengendalian Diri; Pembentukan Moral.


Abstract

Konsumerisme modern yang ditandai oleh gaya hidup materialistik, konsumsi berlebihan, dan semakin kuatnya pengaruh budaya digital telah melahirkan berbagai tantangan moral dan sosial dalam masyarakat kontemporer, khususnya dalam membentuk orientasi etis generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep anti-israf sebagai pilar pendidikan moral dalam kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim karya KH. Hasyim Asy'ari serta mengeksplorasi relevansinya dalam merespons konsumerisme modern dan budaya materialistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, sedangkan sumber sekunder meliputi buku ilmiah, artikel jurnal, dan berbagai kajian akademik yang berkaitan dengan etika Islam, pendidikan akhlak, konsumerisme, dan perilaku sosial. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi konsep etika dan relevansi kontekstualnya dalam masyarakat Muslim kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep anti-israf dalam pemikiran KH. Hasyim Asy’ari melampaui sekadar larangan terhadap perilaku boros dan berfungsi sebagai salah satu pilar moral yang menekankan kesederhanaan, pengendalian diri, moderasi, disiplin spiritual, dan tanggung jawab etis. Prinsip-prinsip tersebut memberikan respons Islam yang kritis terhadap budaya konsumen kontemporer yang sering kali menempatkan pencapaian material dan prestise sosial di atas kesadaran moral dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini berkontribusi pada bidang pendidikan Islam, etika Islam, filsafat moral, dan pemikiran Islam kontemporer dengan menempatkan anti-israf sebagai pilar yang relevan bagi pembentukan karakter dan kesadaran etis dalam masyarakat modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi etika anti-israf dalam pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari dengan diskursus kontemporer mengenai konsumerisme, sehingga menawarkan reinterpretasi kontekstual pendidikan akhlak Islam dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya masa kini.


References

  1. Aristotle. (2009). The Nicomachean ethics (W. D. Ross, Trans.). Oxford University Press.
  2. Al-Qaradawi, Y. (2001). Role of values and morals in Islamic economics. The Islamic Foundation.
  3. Baudrillard, J. (1998). The consumer society: Myths and structures. SAGE Publications.
  4. Badrudin, B., Gustini, N., & Amirulloh, C. I. (2021). Correlation of financing management towards the quality of education in Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah in Bandung District. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 71–84.
  5. Badrudin, B., Supiana, S., & Marlina, Y. (2024). Designing and implementation of a blended learning model in MPI study program. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(2), 403–422.
  6. Badrudin, B., Sari, P. P., & Hidayat, W. (2023). Character education management and students' morals in Islamic schools. Muntazam: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.35706/muntazam.v4i01.9937
  7. Bauman, Z. (2007). Consuming life. Polity Press.
  8. Deguchi, A., Hirai, C., Matsuoka, H., Nakano, T., Oshima, K., Tai, M., & Tani, S. (2020). What is Society 5.0? In Society 5.0: A people-centric super-smart society (pp. 1–23). Springer.
  9. Featherstone, M. (2007). Consumer culture and postmodernism (2nd ed.). SAGE Publications.
  10. Foltz, R. C., Denny, F. M., & Baharuddin, A. (Eds.). (2015). Islam and ecology: A bestowed trust. Harvard University Press.
  11. Fukuyama, M. (2018). Society 5.0: Aiming for a new human-centered society. Japan Spotlight, 27(5), 47–50.
  12. Gifford, R., & Nilsson, A. (2014). Personal and social factors that influence pro-environmental concern and behaviour: A review. International Journal of Psychology, 49(3), 141–157. https://doi.org/10.1002/ijop.12034
  13. Hambali, A., Prayitno, T., Mansyur, A. S., & Nurul'aen, Y. (2021). The development of Islamic-based Pancasila and civic education curriculum at junior high school. Journal of Social Science, 3(1). https://doi.org/10.46799/jss.v3i1.296
  14. Hambali, A., Sabarudin, M., Nasir, T. M., Mirwan, & Suhartini, A. (2025). Islamic educational theology in responding to contemporary educational challenges. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 58(3). https://doi.org/10.23887/jpp.v58i3.99357
  15. Hambali, A., & Hakim, A. R. (2024). Makna aksiologi dalam manajemen pendidikan Islam untuk pengembangan kualitas pendidikan. Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 195–208.
  16. Hambali, A., & Rohili, I. (2024). Ontologi pendidikan agama Islam: Fondasi kemajuan Islam di era modern. Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 169–182.
  17. Hambali, A., & Rojibillah, I. (2024). Integrasi nilai-nilai filsafat Islam dalam kurikulum pendidikan kontemporer. Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 303–316.
  18. Hasyim Asy'ari, K. (2017). Adab al-'Alim wa al-Muta'allim. Jombang: Maktabah al-Turats al-Islami.
  19. IPCC. (2023). Climate change 2023: Synthesis report. Intergovernmental Panel on Climate Change.
  20. Jackson, T. (2017). Prosperity without growth: Foundations for the economy of tomorrow (2nd ed.). Routledge.
  21. Kamali, M. H. (2016). The middle path of moderation in Islam: T he Qur'anic principle of wasatiyyah. Oxford University Press.
  22. Kristjánsson, K. (2015). Aristotelian character education. Routledge.
  23. Nasr, S. H. (1996). Religion and the order of nature. Oxford University Press.
  24. Ritzer, G. (2015). The McDonaldization of society (8th ed.). SAGE Publications.
  25. Schunk, D. H., & Greene, J. A. (Eds.). (2018). Handbook of self-regulation of learning and performance (2nd ed.). Routledge.
  26. Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive perspective. In M. Boekaerts, P. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 13–39). Academic Press.
  27. Aulia, M., Salminawati, S., & Dahlan, Z. (2025). Transformative Islamic education from the perspective of KH. Hasyim Asy'ari in the book Adab al-'Alim wa al-Muta'allim. Research and Development Journal of Education, 11(1). https://doi.org/10.30998/rdje.v11i1.29012
  28. Maulana, A., Kaimudin, & Abidin, Z. (2022). Adab guru dan murid perspektif KH. Hasyim Asy'ari studi atas kitab Adab al-'Ālim wa al-Muta'allim. Edusifa, 7(2), 35–39. https://doi.org/10.56146/edusifa.v7i2.41
  29. Mukhtari, A. (2025). Model kepemimpinan pendidikan KH. Hasyim Asy'ari: Analisis historis terhadap konsep Adab al-'Alim wa al-Muta'allim. Nihayah: Journal of Islamic Studies. https://doi.org/10.65802/nihayah.v1i2.22.
Scroll to Top