Volume III: Education and Ecological Literacy

Nilai-Nilai Ketauhidan Sebagai Fondasi Penguatan Resiliensi Mahasiswa Vokasi

  • Aam Nurhakim UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Ketauhidan; Resiliensi; Mahasiswa Vokasi; Pendidikan Islam; Internalisasi Nilai.


Abstract

Mahasiswa perguruan tinggi vokasi menghadapi berbagai tantangan akademik, sosial, dan profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi, bertahan, dan bangkit dari berbagai kesulitan. Kemampuan tersebut dikenal sebagai resiliensi, yang selama ini lebih banyak dikaji melalui perspektif psikologis. Padahal, bagi mahasiswa Muslim, nilai-nilai ketauhidan memiliki potensi besar sebagai fondasi spiritual dalam memperkuat resiliensi. Artikel ini bertujuan menganalisis peran nilai-nilai ketauhidan dalam penguatan resiliensi mahasiswa vokasi serta merumuskan model konseptual hubungan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan mengenai resiliensi, ketauhidan, pendidikan Islam, dan pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ketauhidan, yang tercermin dalam sikap tawakal, sabar, syukur, ridha, dan husnuzan billah, berkontribusi dalam membangun kekuatan psikologis dan spiritual mahasiswa dalam menghadapi tekanan kehidupan akademik maupun nonakademik. Internalisasi nilai-nilai tersebut mendorong terbentuknya kesadaran spiritual yang memengaruhi cara mahasiswa memaknai ujian, mengelola emosi, mempertahankan optimisme, dan mengembangkan kemampuan adaptasi. Berdasarkan temuan konseptual tersebut, artikel ini menawarkan model penguatan resiliensi mahasiswa vokasi berbasis nilai-nilai ketauhidan yang menempatkan internalisasi nilai sebagai proses utama menuju terbentuknya mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan berkarakter. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam di perguruan tinggi vokasi, khususnya dalam upaya mengintegrasikan dimensi spiritual ke dalam pembinaan resiliensi mahasiswa.


References

  1. Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
  2. Al-Ghazali, A. H. (2004). Ihya Ulumuddin (Terjemahan). Jakarta: Darul Kutub al-Islamiyah.
  3. Ancok, D., & Suroso, F. N. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas Masalah-Masalah Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Badrudin, B., Setiana, R., Fauziyyah, S., & Ramdani, S. (2024). Standarisasi pendidikan nasional. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1797-1808.
  5. Bastaman, H. D. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Keadilan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  6. Billett, S. (2011). Integrating Effects of Workplace Learning into Higher Education. Dordrecht: Springer Science & Business Media.
  7. Connor, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76-82.
  8. Departemen Agama RI. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. (Untuk sitasi QS. Al-Insyirah: 5-6)
  9. Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.
  10. Finch, C. R., & Crunkilton, J. R. (1999). Curriculum Development in Vocational and Technical Education: Planning, Content, and Implementation (5th ed.). Boston: Allyn & Bacon.
  11. Hawari, D. (2002). Dimensi Religi dalam Praktek Psikiatri dan Psikologi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  12. Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). California: SAGE Publications.
  13. Luthans, F., Youssef, C. M., & Avolio, B. J. (2007). Psychological Capital: Developing the Human Competitive Edge. Oxford: Oxford University Press.
  14. Najili, H., Juhana, H., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022). Landasan teori pendidikan karakter. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(7), 2099-2107.
  15. Pargament, K. I. (2001). The Psychology of Religion and Coping: Theory, Research, Practice. New York: Guilford Press.
  16. Pavlova, M. (2009). Technology and Vocational Education for Sustainable Development: Empowering the Individual in the Information Society. Dordrecht: Springer Science & Business Media.
  17. Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The Resilience Factor: 7 Keys to Finding Your Inner Strength and Overcoming Life's Hurdles. New York: Broadway Books.
  18. Savickas, M. L. (2012). Career construction theory and practice. In S. D. Brown & R. W. Lent (Eds.), Career Choice and Development (5th ed., pp. 42-70). San Francisco: Jossey-Bass.
  19. Seligman, M. E. (2006). Learned Optimism: How to Change Your Mind and Your Life. New York: Vintage Books.
  20. Shihab, M. Q. (2007). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
  21. Subandi, S. (2011). Sabar: Sebuah konsep psikologi Islami. Jurnal Psikologi, 38(2), 215–227.
  22. Sudira, P. (2016). Metodologi Pembelajaran Vokasional. Yogyakarta: UNY Press.
  23. Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Scroll to Top