Volume III: Education and Ecological Literacy

Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Lulusan SMAIT

  • Muhammad Miqdad Arromy UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Rosihon Anwar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Adang Hambali UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Hariman Surya Siregar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

budaya sekolah, insan kamil, integrasi ilmu, ketahanan kultural, mutu lulusan, Outcome-Based Education, SMAIT, ta'dib.


Abstract

Di era multipolar, fragmentasi identitas kultural dan dominasi epistemologi tunggal menekan lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan sains modern dan khazanah keislaman dalam satu ekosistem pendidikan yang koheren sebagai bentuk ketahanan kultural (cultural resilience) peradaban Islam Melayu. Kajian ini bertujuan membangun kerangka konseptual integratif yang menghubungkan budaya sekolah dengan mutu lulusan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) sebagai model institusional integrasi ilmu paling konkret di Indonesia. Kajian menggunakan metode kajian pustaka (narrative literature review) dengan teknik framework synthesis terhadap 44 artikel jurnal terindeks dari Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan ERIC, serta mensintesis tiga perspektif teoretis dari teori budaya organisasi Edgar Schein sebagai lensa analitis atas tiga lapisan budaya sekolah (artefak, nilai yang dianut, asumsi dasar); Outcome-Based Education (OBE) William Spady sebagai kerangka evaluatif mutu lulusan dual-dimensi (akademik-nasional dan spiritual-keislaman setara); dan konsep Ta'dib al-Attas sebagai fondasi aksiologis menuju Insan Kamil sebagai telos tertinggi. Penelusuran literatur mengkonfirmasi tiga lapis gap, yaitu: gap empiris (kajian budaya sekolah di SMAIT masih terbatas), gap metodologis (OBE jarang diadaptasi untuk sekolah menengah Islam), dan gap sintetis (belum ada kerangka yang mengintegrasikan ketiga tradisi ini). Kerangka yang diajukan menunjukkan bahwa Schein dapat menganalisis realitas budaya yang ada, Ta'dib menetapkan arah berdasarkan tauhid sebagai asumsi dasar, dan OBE evaluatif menilai jarak antara keduanya melalui exit outcomes dual-dimensi. Kajian ini membuka tiga agenda penelitian empiris: pengembangan instrumen pengukuran dual-dimensi, studi mendalam di SMAIT JSIT Banten, dan penelitian komparatif lintas sekolah Islam.


References

  1. Abidin, Z., Tobibatussaadah, T., Walfajri, W., & Nawa, A. T. (2022). Kontribusi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah, 6(2), 118–131. https://doi.org/10.32332/tapis.v6i2.5328
  2. Ahmad, A. (2021). Konsep Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Implikasinya dalam Pendidikan Islam. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(1), 32–50. https://jurnalannur.ac.id/index.php/An-Nur
  3. Al-Attas, S. M. N. (1999). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: ISTAC.
  4. Amalia, T., & Subiyantoro, S. (2025). Peran Budaya Organisasi Berbasis Nilai Keislaman dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. At Tadbir: Islamic Education Management Journal Islam, 3(2), 141–151.
  5. Arifiyanto, A., & Aimah, S. (2025). Peran Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMP Nu Al Islami Pesanggaran Banyuwangi. Journal on Education, 7(2), 10038–10048.
  6. Atik, A. S., Mansyur, M. H., & Nurlaeli, A. (2020). Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Deskriptif di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Mentari Ilmu Karawang). Jurnal Idaarah, 4(2), 167–180.
  7. Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis in Psychology, Qualitative Research in Psychology. Journal of Chemical Information and Modeling, 3(2), 77–101.
  8. Dewi, K. M., Abdurrohim, A., & Mustofa, T. (2024). Konsep Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 19394–19402.
  9. Firdaus, R. (2025). Perubahan dan Perkembangan Budaya Mutu dalam Pendidikan. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 10(1), 74–85. https://doi.org/10.26594/dirasat
  10. Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (8th ed.). New York: McGraw-Hill.
  11. Gonzáles Cardona, J. A., Naranjo Valencia, J., & Calderón Hernández, G. (2023). Relationship between Organizational Culture and School Performance: A Study in Elementary, Middle and High School Institutions. Desarrollo Gerencial, 15(2), 1–25. https://doi.org/10.17081/dege.15.2.6414
  12. Hadi, M. Y., & Prayogi, D. S. T. (2025). Managing Islamic School Culture to Develop Students’ Religious Character. Journal of Educational Research and Practice, 3(2), 255–275. https://doi.org/10.70376/jerp.v3i2.304
  13. Inayati, F., Harahap, Y., & Irawan, I. (2024). Epistemologi Keilmuan Al-Attas dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam. Jurnal PAI Raden Fatah, 6(4), 1018–1025. https://doi.org/10.19109/pairf.v6iv4
  14. Indonesia, J. (2020). Standar Mutu Kekhasan Sekolah Islam Terpadu.
  15. Izzati, Sulaeman, S., & Bahri, S. (2024). Strategy for Developing Islamic Education Quality Management in Forming Character and Quality of Student Graduates. International Journal of Educational Narratives, 2(6), 461–470.
  16. Jumadan, J. (2017). Budaya Organisasi pada Lembaga Pendidikan Islam. Shautut Tarbiyah, 36, 1–18.
  17. Kareem, J., Patrick, H. A., & Prabakaran, N. (2025). Exploring the factors of learning organization in school education: the role of leadership styles, personal commitment, and organizational culture. Central European Management Journal, 33(2), 232–251. https://doi.org/10.1108/CEMJ-12-2023-0457
  18. Khasanah, L., Sakti, M. D. A. B., Faruqi, A. R. H. Al, Purwaningtyas, D. A., & Patimah, P. (2023). Konsep Ta’dib Menurut Al-Attas Sebagai Solusi Pendidikan Moral Usia Dini. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 134–148.
  19. Manggali, C. A., Hayati, D. N., & Mundofi, A. A. (2024). Outcome Based Education pada Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Peluang dalam Pendidikan Agama Islam. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(2), 595–606. https://doi.org/10.14421/njpi.2024.v4i2-19
  20. Mualif, A., Murhayati, S., & Yuliharti, Y. (2026). Pengaruh Implementasi Outcome Based Education terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Daerah. Andragogi: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 44–59.
  21. Nasir, T. M., Hambali, A., Suhartini, A., Sugiana, Y., Sabarudin, M., & Warto, P. C. (2025). The Influence of Islamic Theology on The Development of Islamic Educational Thought. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 58(3), 597–609.
  22. Parveen, K., Phuc, T. Q. B., Alghamdi, A. A., Kumar, T., Aslam, S., Shafiq, M., & Saleem, A. (2024). The Contribution of Quality Management Practices to Student Performance: Mediated by School Culture. Heliyon, 10(15). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e34892
  23. Rahmawati, Z. D., & Wahyuni, S. (2024). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Multikultural Berbasis Outcome Based Education (OBE). TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 7(2), 218–236.
  24. Rizal, M., Ginanjar, M. H., Nurhasan, A. K., & Dainuri, M. R. (2026). Insan Kamil-Oriented Islamic Higher Education in Society 5.0: A Systematic Literature Review. Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 357–275.
  25. Rohma, A., Amatulloh Sholihat, K., Yuniarti, Y., Solihin, M., & Khairul Anam, R. (2026). Relevansi Konsep Insan Kamil dengan Tujuan Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Modern. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(2), 3354–3365.
  26. Rusmayadi, R., Fauzan, M. N., Hidayat, D. I., Imanudin, R., & Syafe’i, I. (2026). Konsep Kurikulum Pendidikan dalam Perspektif Islamic Worldview. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 14(2), 465–481.
  27. Rustandi, F., Ismawati, N., & Gozali, G. (2023). Peluang dan Tantangan Pengelolaan Sekolah Islam Terpadu: Perspektif Total Quality Management. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 9(5), 2219–2227. https://doi.org/10.35870/jemsi.v9i5.1587
  28. Safitri, I., Andriyanti, E., Ansyari, R., & Delima Harahap, R. (2025). Character Education in Indonesia: Do Integrated Islamic Schools Outperform Public Schools? The Journal of Education Culture and Society, 16(1), 251–270. https://orcid.org/0000-0002-2219-4948
  29. Santia, S., Astuti, B., & Syafitri, D. (2024). The Relationship Between School Culture and Student Achievement in High School. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(4), 693–701. https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i4.2060
  30. Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (Vol. 2). John Wiley & Sons.
  31. Setiawan, N., Syaifuddin, T., Balaya, A., Khamid, A., Huda, M. M., & Safiq, A. (2026). Islamic School Culture, Religious Leadership and Student Character in Preventing Academic Dishonesty: Empirical Evidence from Indonesian Pesantren. International Journal of Educational Management, 40(5), 1007–1022.
  32. Silkyanti, F. (2019). Analisis Peran Budaya Sekolah yang Religius dalam Pembentukan Karakter Siswa. Indonesian Values and Character Education Journal (IVCEJ), 2(1), 36–42.
  33. Sukadari. (2020). Peranan Budaya Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Exponential (Education For Exceptional Children), 1(1), 75–86. https://journal.upy.ac.id/index.php/PLB
  34. Suyatno, S. (2013). Sekolah Islam Terpadu: Filsafat, Ideologi, dan Tren Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 355–377. https://doi.org/10.14421/jpi.2013.22.355-377
  35. Torres, L. L. (2022). School Organizational Culture and Leadership: Theoretical Trends and New Analytical Proposals. Education Sciences, 12(4), 1–15. https://doi.org/10.3390/educsci12040254
  36. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Scroll to Top