Volume III: Education and Ecological Literacy

Literasi Keagamaan Media Digital: Analisis Engagement dan Pemahaman Keagamaan pada Channel YouTube Adi Hidayat Official

  • Erus Effendi Universitas Tazkia, Bogor, Indonesia
  • Darajat Wibawa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

Literasi Keagamaan; Dakwah Digital; YouTube; Keterlibatan; Komentar; Mediatisasi Agama.


Abstract

YouTube telah menjadi ruang publik keagamaan utama yang memediasi dakwah sekaligus memungkinkan terbentuknya pemaknaan secara partisipatif. Artikel ini mengkaji bagaimana literasi keagamaan diwujudkan melalui metrik keterlibatan dan interpretasi audiens dalam ruang komentar pada kanal YouTube Adi Hidayat Official. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori. Tahap kuantitatif memetakan profil kanal dan karakteristik 50 video yang paling banyak ditonton, sedangkan tahap kualitatif menganalisis 4.860 komentar tingkat atas untuk mengidentifikasi kosakata keagamaan dan tema-tema dominan. Data publik diekstraksi secara etis pada 16 Juni 2026 menggunakan YouTube Data API v3. Kanal tersebut memiliki 6,12 juta pelanggan dan 624.368.350 total tayangan sejak Februari 2019. Sampel yang terdiri atas 50 video menghasilkan 187.391.779 tayangan dan 3.331.648 tanda suka, dengan tingkat tanda suka agregat sebesar 1,78% (jumlah suka/jumlah tayangan). Analisis komentar menunjukkan penggunaan register keagamaan yang kuat: kata “Allah” muncul dalam 57% komentar, “ustadz/ustad” dalam 40%, dan “alhamdulillah” dalam 16%. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema dominan, yaitu: (1) peneguhan ibadah dan tauhid, (2) permohonan doa dan ungkapan rasa syukur, (3) kesaksian tentang hidayah, konversi agama, dan hijrah, (4) kesehatan mental spiritual, serta (5) legitimasi otoritas keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa YouTube berfungsi sebagai ruang literasi keagamaan partisipatif, tempat pemahaman keagamaan dikonstruksi secara bersama melalui relasi antara pendakwah dan audiens serta afordansi platform. Namun, penelitian ini juga mengakui adanya potensi bias visibilitas akibat pengambilan sampel komentar yang diurutkan berdasarkan relevansi.


References

  1. APJII. (2024). APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
  2. Bouhnik, D., & Marcus, M. (2006). Information and influence: The YouTube as a learning platform. Issues in Informing Science and Information Technology, 3, 89–97.
  3. Burgess, J., & Green, J. (2018). YouTube: Online video and participatory culture (2nd ed.). Polity Press.
  4. Campbell, H. A. (2012). Understanding the relationship between religion online and offline in a net-enabled church. In H. A. Campbell (Ed.), Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds (pp. 83–96). Routledge.
  5. Campbell, H. A. (Ed.). (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.
  6. Campbell, H. A., & Bellar, W. (2023). Digital religion: Understanding religious practice in digital media (3rd ed.). Routledge.
  7. Castells, M. (2009). Communication power. Oxford University Press.
  8. Couldry, N., & Hepp, A. (2017). The mediated construction of reality. Polity Press.
  9. Dinham, A., & Shaw, M. (2012). Measurement as reflection in faith-based social action. Community Development Journal, 47(1), 126–141. https://doi.org/10.1093/cdj/bsr049
  10. Hjarvard, S. (2008). The mediatization of religion: On the politics, popularity, and mediation of religious teaching. Media, Culture & Society, 30(6), 773–790. https://doi.org/10.1177/0163443708096093
  11. Hjarvard, S. (2013). The mediatization of culture and society. Routledge.
  12. Hoesterey, J. B. (2016). Rebranding Islam: Piety, prosperity, and a self-help guru. Stanford University Press.
  13. Hoover, S. M. (2016). The media and religious authority. The Pennsylvania State University Press.
  14. Jackson, R. (2014). Signposts: Policy and practice for teaching about religions and non-religious world views in intercultural education. Council of Europe Publishing.
  15. Lövheim, M. (2011). Mediatisation of religion: An appraisal of a contemporary debate. Northern Lights: Film & Media Studies Yearbook, 9(1), 9–25.
  16. Moore, D. L. (2007). Overcoming religious illiteracy: A cultural studies approach to the study of religion in secondary education. Harvard University Press.
  17. Moore, D. L. (2015). Diminishing religious literacy in the United States. Religion & Education, 42(1), 1–12.
  18. Nisa, N. F. (2018). Social media and the da‘wa of female Muslim YouTube vloggers. The Australian Journal of Anthropology, 29(1), 39–69.
  19. Prothero, S. (2007). Religious literacy: What every American needs to know—and doesn’t. HarperOne.
  20. Rosidi, M. (2020). Konsumsi konten dakwah digital di kalangan milenial Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 211–232.
  21. Slama, M. (2018). Practising Islam through social media in Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 1–24.
  22. Vis, F. (2013). A critical reflection on the use of social media data for crisis communication research. In Methodological issues in social media research (pp. 41–56). Routledge.
  23. Wahyudi, J. (2022). Literasi keagamaan digital di era mediatisasi: Tantangan dan peluang bagi umat beragama. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1), 55–74.
Scroll to Top