Volume III: Education and Ecological Literacy

Membendung Hoaks melalui Hadis dalam Masyarakat Digital: Pendekatan Integratif Hadis dan Literasi Sosial dalam Konteks Muslim Indonesia

  • Ramram Mansur Ramdani UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

hoaks; hadis; tabayyun; literasi digital; Muslim Indonesia; disinformasi.


Abstract

Maraknya hoaks dan disinformasi di berbagai platform digital telah menjadi salah satu tantangan sosial paling mendesak yang dihadapi masyarakat Muslim Indonesia kontemporer. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus salah satu populasi pengguna media sosial paling aktif, Indonesia mengalami benturan tajam antara konektivitas digital yang pesat dan literasi informasi yang timpang. Artikel ini berargumen bahwa tradisi kenabian (hadis) tidak sekadar menyajikan seruan moral menentang kebohongan, melainkan kerangka epistemologis verifikasi informasi yang dapat diintegrasikan dengan literasi sosial dan digital modern. Dengan metode kualitatif berbasis kepustakaan, kajian ini menelaah hadis-hadis kanonik tentang tabayyun, larangan menyebarkan kabar yang belum diverifikasi, dan ilmu isnad sebagai sistem kritik sumber yang awal. Prinsip-prinsip itu kemudian didudukkan dalam konteks keindonesiaan, termasuk Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 dan gerakan literasi digital nasional. Analisis menunjukkan adanya paralelisme struktural antara metodologi otentikasi hadis dan pemeriksaan fakta (fact-checking) modern. Artikel ini mengusulkan model integratif yang melibatkan masjid, pendidik agama, komunitas pemeriksa fakta, dan program literasi digital untuk menumbuhkan budaya verifikasi yang berpijak pada iman sekaligus akal.


References

  1. al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismāʻīl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr, 2002.
  2. al-Faruq, Salman. “Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial Perspektif Fikih Prioritas Yusuf al-Qaraḍāwī.” Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2020.
  3. al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. Iḥyāʾ ʻUlūm al-Dīn. Jilid 3. Beirut: Dār al-Maʻrifah, t.t.
  4. al-Nawawī, Abū Zakariyyā Yaḥyā. al-Adhkār. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.
  5. al-Qurṭubī, Muḥammad ibn Aḥmad. al-Jāmiʻ li-Aḥkām al-Qurʾān. Jilid 16. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1964.
  6. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024. Jakarta: APJII, 2024.
  7. Brown, Jonathan A. C. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Edisi ke-2. London: Oneworld, 2017.
  8. Grizzle, Alton, dkk. Media and Information Literate Citizens: Think Critically, Click Wisely! Paris: UNESCO, 2021.
  9. Hikmat, A. N., dan A. Masruri. “Verifikasi Informasi dan Ancaman Penyebar Hoaks Menurut QS Al-Hujurāt dan al-Nūr.” Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 1, no. 1 (2020): 1–18.
  10. Ibn Kathīr, Abū al-Fidāʾ. Tafsīr al-Qurʾān al-ʾAẓīm. Beirut: Dār al-Kutub al-ʾIlmiyyah, t.t.
  11. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. “Kominfo Tangani 1.615 Isu Hoaks selama 2023.” InfoPublik, 2 Januari 2024.
  12. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Katadata Insight Center. Status Literasi Digital di Indonesia 2023. Jakarta: Kominfo, 2024.
  13. Majelis Ulama Indonesia. Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Jakarta: Komisi Fatwa MUI, 2017.
  14. Muslim ibn al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʻArabī, t.t.
  15. “Konsep Tabayyun dalam Surat al-Hujurāt: Menyikapi Berita Hoax Perspektif Tafsir Ibnu Katsir.” Journal of International Multidisciplinary Research 2, no. 2 (2024).
  16. Rahmawan, Detta, Jimi Narotama Mahameruaji, dan Renata Anisa. “Pengembangan Konten Positif sebagai Bagian dari Gerakan Literasi Digital.” Jurnal Kajian Komunikasi 7, no. 1 (2019): 95–105.
  17. UNICEF Indonesia. “Countering an ‘Infodemic’ amid a Pandemic: UNICEF and Partners Respond to COVID-19 Misinformation.” 2021.
  18. Vosoughi, Soroush, Deb Roy, dan Sinan Aral. “The Spread of True and False News Online.” Science 359, no. 6380 (2018): 1146–1151.
  19. Wardle, Claire, dan Hossein Derakhshan. Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policy Making. Strasbourg: Council of Europe, 2017.
  20. Wilson, Carolyn, dkk. Media and Information Literacy Curriculum for Teachers. Paris: UNESCO, 2011.
Scroll to Top