Volume III: Education and Ecological Literacy

Model Internalisasi Nilai-Nilai Religi Dalam Penguatan Kejujuran Dan Disiplin Santri Pada Pondok Pesantren (Penelitian Di Pesantren Ulumul Qur’an Al-Musthofa Citali Kabupaten Sumedang)

  • Mamat Rahmat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Ahmad Sarbini UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Bambang Samsul Arifin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Mohamad Jaenudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords

internalisasi nilai religi, kejujuran santri, kedisiplinan santri, pendidikan karakter, pondok pesantren.


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model internalisasi nilai-nilai religi dalam penguatan kejujuran dan kedisiplinan santri di Pesantren Ulumul Qur’an Al-Musthofa Citali, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif-konstruktivis dan metode studi kasus instrumental tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pengasuh pesantren, ustaz dan ustazah, serta santri, observasi partisipatif selama 90 hari, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik interaktif melalui tahapan reduksi data, pengodean terbuka, aksial, dan selektif, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai religi berlandaskan empat nilai teologis-normatif, yaitu ṣidq, amānah, intiẓām, dan istiqāmah. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui empat mekanisme yang berjalan secara terintegrasi selama 24 jam, yaitu ta‘līm sebagai penguatan pemahaman kognitif, ta‘wīd sebagai pembiasaan struktural, uswah ḥasanah sebagai keteladanan pendidik, dan atmosfer religius sebagai kultur kolektif pesantren. Proses internalisasi berlangsung secara bertahap melalui fase kepatuhan lahiriah (compliance), identifikasi terhadap figur pendidik (identification), dan kesadaran moral otonom (internalization). Proses tersebut menghasilkan integritas yang tercermin dalam kejujuran akademik, validitas setoran hafalan, kejujuran transaksi, dan pelaporan diri, serta loyalitas yang diwujudkan melalui disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, pengabdian, dan komitmen menjaga nama baik pesantren. Temuan penelitian menghasilkan Model Ekosistem Internalisasi Nilai-Nilai Religi yang merekonseptualisasikan pesantren sebagai institusi total yang humanis-religius dalam membentuk agen moral yang mandiri.


References

  1. Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality. New York: Anchor Books.
  2. Goffman, E. (1961). Asylums: Essays on the Social Situation of Mental Patients and Other Inmates. New York: Doubleday.
  3. Kelman, H. C. (1958). Compliance, Identification, and Internalization: Three Processes of Attitude Change. Journal of Conflict Resolution, 2(1), 51–60.
  4. Kohlberg, L. (1984). Essays on Moral Development. San Francisco: Harper & Row.
  5. Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: Sage Publications.
  6. Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
  7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Scroll to Top